Prof. Dr. M. Chirzin : Pesantren adalah Cagar Budaya Islam dan Persemaian Kader Ulama

by Januari 22, 2018
Warta 0   295 views
durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com – “Pesantren adalah cagar budaya Islam dan persemaian kader ulama,” tukas Prof. Dr. Muhammad Chirzin pembicara dalam acara halaqah kepesantrenan yang bertajuk “Meneguhkan Peran Pesantren dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme.”

Pendidikan pesantren, belaiu melanjutkan, merupakan kontribusi riil umat Islam terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Undang-Undang sistem pendidikan nasional pun telah memasukkan pondok pesantren sebagian lembaga pendidikan yang diakui keberadaannya. Dalam hal ini santri mengemban amanat menjadi perekat umat dan dapat berbudi tinggi serta berpengetahuan luas.

baca juga : Pelatihan Jurnalistik Santri : Menjadikan Khazanah Pesantren sebagai Mercusuar Dakwah Kekinian”

Beliau juga menambahkan, bahwa kita sebagai muslim haruslah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Amar ma’ruf haruslah dilakukan secara ma’ruf dan nahi mungkar juga harus dilakukan dengan ma’ruf. Apabila nahi mungkar dilakukan dengan menggunakan cara yang mungkar pula maka akan menimbulkan kemungkarann yang lainnya.

Menyinggung soal terorisme yang marak dewasa ini, beliau mengutip perkataan Haedar Nashir bahwa terorisme dan kekerasan atas nama agama merupakan sesuatu yang merusak kehidupan. Moderasi sebagai jalan ketiga setelah radikalisme dan deradikalisme, untuk memilah-milah mana redikalisme yang harus dihadapi dengan pendekatan persuasi dan mana yang perlu tindakan hukum.

Moderasi menawarkan “blocking area” yakni melakukan lokalisasi penanganan kasus radikalisme, sehingga tidak digeneralisasi atau diperluas cara penanggulangannya

Acara yang diselenggarakan di Aula G (Ahad, 21/01/2018) Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, diselenggarakan oleh FKPP DIY (Forum Komunitas Pondok Pesantren) bekerjasama dengan IAA (Ikatan Alumni An-Nuqoyyah) dan Harakatuna Media.

Acara ini dihadiri oleh beberapa pengasuh dan santri seluruh pondok pesantren di Yogyakarta. Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir pas sebelum magrib.

Selain Prof. Dr. Muhammad Chirzin, yang menjadi pembicara dalam acara ini yaitu Kyai Irwan Masduqi (Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Mlangi, Sleman), Ustad Indra Fajar Nurdin S.Pd, M.Ag (ketua PW Persatuan islam, Yogyakarta), Drs. Nasruddin, M.Ag (wakil rektor III Universitas cokroaminoto yogyakarta) serta bapak KH. DR. Habib A.. Syakur, M.Ag (Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren DIY). Acara ini di moderatori oleh Muhammad Najib, MA (Pemimpin Redaksi Harakatuna.com).

baca juga : Panduan Menulis bagi Pemula”

Setelah audiensi dari semua pembicara selesai, acara ini kemudian ditutup dengan doa dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize bagi peserta halaqah yang beruntung. (Sa’adah/R2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *