Pengantar Ilmu Qira’at (12): Ibn al-Jazari dan Karya-Karyanya dalam Ilmu Qiraat

1 month ago
durasi baca: 2 menit

Oleh: Ust. Abdul Jalil Muhammad, S.Th.i., M.Si.

Ibn Mujahid tidak membatasi jumlah qari, hal ini dapat dilihat dari karya-karya sesudahnya. Sebut saja kitab Al-Ghayah fi al-Qira’at al-‘Asyr karya Ibn Mahran (w. 381H) dan kitab Al-Tazdkirah karya Ibn Ghalbun (w. 399H). Selain al-qira’at al-sab’, kita kenal al-qira’at al-‘asyr. Siapa yang memasyhurkan qiraat 10? Jauh sebelum masa Ibn al-Jazari masyarakat sudah mengenal qiraat 10, tapi beliau lah yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam hal ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa masa Ibnu al-Jazari adalah puncak ilmu qiraat.

Nama Lengkap: Abu al-Khair Muhammad bin Muhammad al-Dimasyqi yang lebih dikenal dengan Ibn al-Jazari, lahir di kota Damaskus pada tahun 751 H., dan wafat di Syiraz (termasuk wilayah Iran sekarang) pada tahun 833 H. Perjalanan thalabul ‘ilmi cukup luas, mulai dari daerah Syam, Hijaz, Mesir, dan wilayah Persia. Karya-karya Ibn al-Jazari cukup banyak. Di pesantren, misalnya, kita mengaji Nazham al-Muqaddimah al-Jazariyyah dalam ilmu tajwid. Untuk biografi para qurra’ kitab Ghayat al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra’ menjadi rujukan utama disamping kitab Ma’rifah al-Qurra’ al-Kibar karya al-Dzahabi.

Jika santri mengaji qiraat 7 dengan menggunakan Nazham al-Syathibiyyah, lalu ditambah 3 qiraat yang ada dalam Nazham al-Durrah al-Mudhi’ah karya Ibn al-Jazari maka ini dikenal dengan istilah al-qira’at al-‘asyr al-shughra. Sedangkang al-qira’at al-‘asyr al-kubra adalah mengaji qiraat dengan menggunakan Nazham Thaibah al-Nasyr.

Karya monumental Ibn al-Jazari adalah Al-Nasyr fi al-Qira’at al-‘Asyr, kemudian karya ini diringkas oleh beliau sendiri menjadi kitab Taqrib al-Nasyr. Kitab Al-Nasyr juga dinazamkan dan diberi judul Thaibah al-Nasyr yang terdiri dari 1000 bait. Di antara ulama yang mensyarahi nazam ini adalah KH. Mahfudz Termas, Ghunyah al-Thalabah fi Syarh al-Thaiyyibah.

Baca Juga: Pengantar Ilmu Qira’at (11): Kitab Al-Taisir karya Abu ‘Amr al-Dani dan Nazam al-Syathibiyyah

Nama qurra’ 10: Imam Nafi’ (rawi: Qalun dan Warsy), imam Ibn Katsir (rawi: al-Bazzi dan Qunbul), imam Abu ‘Amr al-Bashri (rawi: al-Duri dan al-Susi), imam Ibn ‘Amir al-Syami (rawi: Hisyam dan Ibn Dzakwan), imam ‘Ashim (rawi: Syu’bah dan Hafsh), imam Hamzah (rawi: Khalaf dan Khallad), imam ‘Ali al-Kisa’i (rawi: Abu al-Harits dan al-Duri), imam Abu Ja’far (rawi: Ibn Wardan dan Ibn Jammaz), imam Ya’qub al-Hadhrami (rawi: Ruwais dan Rauh), dan imam Khalaf (rawi: Ishaq dan Idris).

Saya jarang membaca seorang ulama yang menulis biografi putranya sendiri seperti yang telah dilakukan oleh Ibn al-Jazri yang memasukkan putranya yang bernama Ahmad (lahir 780H) dalam jejeran para qari di kitab Ghayah al-Nihayah. Ibn al-Jazari begitu bangga dengan purtanya, beberapa kali memuji dan mondoakan putranya Ahmad. Tidak hanya putranya Ahmad, tapi putrinya Ibn al-Jazari yang bernama Salma ditulis biografinya sebagai salah satu qariah. Sama seperti Ahmad, Salma menghafal Alquran dengan qiraat 10, pintar ilmu hadis, bahasa Arab dan ‘arudh. Ibn al-Jazari menyebut bahwa Salma mencapai level keilmuan yang jarang dicapai oleh wanita lain di masanya. Subhanallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *