Manaqib Simbah KH Ali Maksum adalah Kecintaan Terhadap Ilmu

by Januari 5, 2020
Warta 0   356 views
durasi baca: 2 menit

Photo: @yayasan.ali.maksum

Almunawwir.com – Dalam rangka memperingati Haul KH Ali Maksum ke 31, Keluarga Besar KH Ali Maksum mengadakan acara Pembacaan Sholawat dan Manaqib Simbah KH Ali Maksum. Acara ini digelar pada hari Jumat, 3 Januari 2020 di Lapangan Ali Maksum. Meskipun cuaca sedang kurang bersahabat, para santri dan masyarakat sekitar antusiasmenya masih cukup tinggi.

Acara ini diawali dengan pembacaan Sholawat Nabi yang dipimpin oleh KH Zaky Muhammad L.c pada pukul 20.00. Para siswa Ali Maksum yang bertugas menjadi penabuh hadroh yang diiringi irama hujan membuat pembacaan sholawat kian syahdu.

Usai pembacaan sholawat, KH M Afif Hasbullah memberi sepatah dua katah sebagai sambutan perwakilan Ahlul Bait. Beliau menjelaskan bahwa tujuan haul adalah untuk mengenang jasa dan perjuangan kiai yang dihauli, yang dalam hal ini KH Ali Maksum.

Dalam paparan beliau, Kiai Ali pernah berkata bahwa anak yang baik adalah  anak yang mengenal orang tuanya. Sebab anak yang baik adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya. Maka bagaimana anak itu menjadi baik apabila tidak mengenal orang tuanya. Oleh sebab itu, ketika acara Haul nama Kiai Ali diperkenalkan lagi kepada para santri guna menambah kebaktian terhadap Kiai Ali.

Baca Juga: Halaqah Tematik: Bagaimana UU Pesantren Bisa Difermentasi dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0

Usai itu acara dilanjutkan dengan pembacaan manaqib KH Ali Maksum yang berisi tentang perjalanan pendidikan Kiai Ali,  pengembangan Pesantren Krapyak dengan mengajarkan Ilmu al-Quran dan Kitab Kuning terhadap putra-putri KH Munawwir yang masih kecil, amal jariyah yang dilakukan KH Ali Maksum di luar pesantren seperti dalam penerjemahan al-Quran dan menjadi Rois Amm PBNU pada tahun 1980-1984, hingga pada saat menjelang akhir hayat KH Ali Maksum.

Dilanjut dengan Mauidhoh Hasanah oleh Ibu Nyai Hj Hindun Annisah. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa yang paling diingat dari Kiai Ali adalah kecintaan beliau terhadap ilmu (Hubbul Ilmi) yang dibuktikan dengan menempuh pendidikan di berbagai pesantren dan berkhidmah dengan beberapa kiai.

Setelah itu para santri serentak membacakan tahlil untuk Kiai Ali yang dipimpin oleh Kiai Zakky Muhammad dan ditutup oleh beliau dengan pembacaan doa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *