Lebih Baik Diam dan Sabar Ketika Dihadapkan dengan Berbagai Ujian Hidup

2 years ago
durasi baca: 4 menit

“Cinta itu perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri”

-Buya Hamka-
Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981


Oleh : Irfan Asyhari

Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.  sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri yang juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan. Sabar juga sering dikaitkan dengan tingkah laku positif yang ditonjolkan oleh individu atau seseorang.

Dalam sebuah pernyataan pendek, dikatakan bahwa sabar itu “…seperti namanya, adalah sesuatu yang pahit dirasakan, tetapi hasilnya lebih manis daripada madu.

Sabar merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Tetapi, jika dilakukan dapat membawa ketenangan hati dan pikiran. Sebenarnya. sabar tidak ada batasnya, tapi manusia lah yang membuat batasan-batasan tersebut. Terkadang, diam adalah tindakan terbaik yang dilakukan saat kita butuh bersabar.

Diam yang dimaksud bukanlah diam tanpa tindakan. Diam yang dimaksud adalah sebagai ‘jeda’ untuk kita rehat sejenak dari memikirkan masalah yang ada, kemudian memikirkan cara selanjutnya untuk menghadapi masalah tersebut.

DIAM MENGAJARKAN KITA UNTUK LEBIH TENANG DALAM MENYELESAIKAN SEGALA MASALAH

Tenang dalam diam adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Terkadang kamu tidak perlu menjadi seseorang yang terlalu aktif ketika ada masalah. Cukup diam, dan pikirkanlah hal yang positif masalah itu datang menghampiri. Dalam diam, kamu bisa merenungkan apa yang menjadi kendalamu dalam menghadapi ujian hidup ini. Diam bukan berarti kalah atau menyerah. Terkadang diam digunakan sebagai salah satu cara untuk memenangkan pertandingan.

BERSABAR ADALAH CARA YANG TEPAT UNTUK MENENANGKAN JIWA DAN MENYEHATKAN RAGA

Bersabar dapat membuat jiwa lebih tenang dan damai. Melalui kesabaran, kita tidak membiarkan diri kita terjerumus dalam sesuatu yang negatif. Sabar membuat kita selalu memandang segalnya dari sisi yang positif. Tak hanya menenangkan, sabar juga dapat membuat raga menjadi lebih sehat dan terjaga. Orang yang mempunyai sifat yang sabar merupakan orang yang bermental kuat, bijaksana, dan menyenangkan. Pikiran yang selalu positif. Pikiran yang positif berdampak pada tubuh yang sehat karena terhindar dari aura-aura negatif yang merugikan.

PERCAYALAH AKAN ADA KEBAHAGIAAN JIKA KAMU MAU BERSABAR

Percayalah ujian hidup ini hanya sementara. Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan umatNya. Selama kamu mau berlapang dada dan ikhlas menerima segala kejadian yang menimpamu, kamu pun akan dapat merasakan bahagia pada akhirnya. Hal ini karena tidak ada ujian hidup yang terlalu lama. Percayalah ada kesenangan setelah kesulitan. Jika kamu mau bersabar, kamu akan merasakan kebahagiaan yang manis. Asal kamu mau bertahan dan tidak menyerah pada keadaan, ujian hidup seberat apapun pasti bisa kamu lewati. Ketika sudah berusaha sangat keras, jangan lupa berdoa pada Tuhan yang Maha Esa, karena hanya usaha yang diiringi doa yang mampu mengubah keadaan.

MASALAH YANG MENIMPAMU ADALAH BAGIAN DARI RENCANA TUHAN, TIDAK ADA RENCANANYA YANG DAPAT MERUGIKANMU

Segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Begitupun segala masalah yang menimpamu. Hal tersebut tidak akan terjadi jika bukan karena kehendakNya. Dialah segala pencipta alam semesta. Tidak ada satupun benda meski seukuran semut dapat bergerak jika bukan karena izinNya. Jangan pernah berburuk sangka terhadap kehendak Tuhan. Yakinlah tidak ada rencana Tuhan yang dibuat untuk merugikan umatNya. Dialah Maha Pengatur rencana yang baik. Pasrahkanlah segalanya kepada Tuhan. Kita hanya manusia yang bisa berencana, semua keputusan tetap di tangan Tuhan. Bersabar adalah kunci untuk meraih ridaNya.

KETAHUILAH ORANG-ORANG YANG BERSABAR AKAN MENDAPATKAN BALASAN YANG SETIMPAL

Tuhan menjanjikan pahala bagi orang-orang yang memaafkan dan mau bersabar. Tuhan tidak suka dengan orang yang membalas suatu kejahatan dengan kejahatan lainnya. Tuhan adalah hakim yang paling adil. Serahkanlah semua balasan hanya kepadaNya. Pahala yang berlimpah ditujukan bagi orang-orang yang sabar dan mau memaafkan tanpa adanya rasa ingin membalas dendam pada orang yang telah menjahati atau menghalangimu.

SABAR MENJAUHKANMU DARI PERILAKU TERCELA

Sikap yang sabar akan menjauhkanmu dari iri hati dan benci kepada sesama manusia. Sebaik-baiknya manusia ialah yang tetap menjaga persaudaraan dengan sesame manusia lainnya meski ia telah tersakiti. Jika kamu masih merasa sulit untuk memaafkan, ada baiknya kamu menjauh sejenak. Kemudian dekatilah kembali orang yang menyakitimu dengan perasaan tenang. Karena, jika kamu marah, sikapmu menunjukan kamu kalah. Bersikaplah biasa pada orang yang telah menyakitimu itu. Hatinya pun akan perlahan terbuka setelah melihat tindakanmu yang tetap baik padanya meski ia telah mengkhianatimu. Maka itu bersabarlah. Dengan bersabar, kamu tidak akan melahirkan kebencian lainnya.

BERSABAR AKAN MENAHANMU DARI PERASAAN INGIN BALAS DENDAM

Jika kamu berniat melampiaskan dendam, itu semata hanya untuk kepentingannafsu. Balas dendam hanya membuat dirimu terlihat sama rendahnya dengan orang yang telah melakukan kejahatan padamu. Tapi sebaliknya, jika kamu memaafkan. Tuhan justru akan memberi kemuliaan kepadamu. Sikap memaafkan dapat mewariskan kemuliaan lahir dan batin bagi dirimu maupun orang lain. Tuhan saja memaafkan dosa-dosamu yang telah bertumpuk, masa kamu tidak bisa memaafkan satu orang yang telah melakukan hanya satu kesalahan padamu?

Sesungguhnya banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kamu mau bersabar. Pilihan kembali lagi ke diri kamu, apakah kamu memilih bersabar dengan diam, atau melampiaskan dendam hanya untuk memenuhi hasrat dan nafsumu?

*diolah dari berbagai sumber 

baca juga : MAN JADDA WAJADA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *