Gus Mus: Kembali ke Alquran dan Hadis itu kembali ke Pesantren

durasi baca: 2 menit

Doc @Almunawwir.com

Krapyak – Saat ini pendakwah-pendakwah anyaran di Televisi
banyak yang tiba-tiba menurunkan fatwa. Semua digebyah-uyah hingga
melahirkan cara pandang yang hitam putih. Seperti, sedekah laut dibilang syirik,
selametan dan tahlil dibid’ah-bid’ahkan, ada ziarah kubur kaget—padahal tidak
pernah ziarah, ada Islam Nusantara kaget, semua serba kaget.

Padahal kita tahu, para kiai Krapyak yang luar biasa seperti
KH Munawwir, KH Ali Maksum, KH Dalhar dan KH Warson adakah dari mereka yang pernah
berfatwa? Walisongo saja tidak pernah berfatwa. Saat ini, ustaz-ustaz baru
sudah mudah memberi fatwa.

Demikian ditegaskan Gus Mus (KH A Mustafa Bisri) dalam
Haflah Khotmil Quran dan Haul Simbah Nyai Hj Salimah Munawwir ke-51 dan Simbah
KH Dalhar Munawwir ke-9 di Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Nurussalam
Krapyak, Sabtu, 20/10/2018.

“Kembali ke Alquran dan Hadis itu kembali ke Pesantren. Ngaji di Pesantren. Bukan malah tidak mengikuti kiai, terus kembalinya malah ke Alquran dan hadis terjemahan,” kelakar Gus Mus yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin tersebut.

Baca Juga:  Gus Mus Butuh Waktu 3 Bulan Mengaji Surat Al Fatihah di Krapyak

Saat ini banyak orang yang keblinger. Di samping meningkatnya
gairah spirit beragama yang marak terjadi belakangan ini, tapi tidak dengan
itikad untuk mengimbanginya dengan pendalaman agama. Makanya, Lanjut Gus Mus,
santri jangan berhenti belajar. Boleh berhenti mondok, boleh berhenti kuliah,
tapi jangan berhenti belajar. Orang itu tetap pandai jika tidak berhenti
belajar. Kalau sudah berhenti belajar karena merasa pandai, itu malah bodoh.

“Karena itu, orang tua harus bersyukur karena digerakkan
Allah mau memondokkan anaknya di pesantren,” nasihat Gus Mus.

“Saya datang di Krapyak ini adalah sowan. Saya ucapkan
selamat atas capaian para mutakhorijat yang telah mengkhatamkan Alquran, baik bil-hifdzi
maupun bin-nadzri. Kemudian dilanjutkan dengan memahami Alquran, karena
pemahaman terhadap Alquran itu sangat penting,” demikian pesan Gus Mus kepada
santri dan wali santri. (afq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *