Beberapa Adab Uluk Salam yang Sering Kita Lupakan

durasi baca: 3 menit
KH. Fairuzi Afiq Dalhar

Oleh : KH. Fairuzi Afiq Dalhar

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…

Terlebih dahulu kami ingin berwasiat kepada pribadi kami khususnya , pada siang hari ini marilah kita senantiasa melaksanakan apa-apa yang menjadi perintah Allah serta menjauhi apa-apa yang menjadi laranganNya.

Hadirin rahimakumullah

Salah satu tuntunan agama Islam dalam mempererat hubungan persaudaraan di antara kaum muslimin yakni dengan mengucapkan salam/Assalamu’alaikum, merupakan salah satu syiar agama Islam yang sangat luar biasa.

Di manapun kita berada, di belahan dunia ini, apabila kita mendengar ucapan salam, entah itu dari bangsa mana, negara mana, belahan Eropa ataupun Amerika, di benak, kita akan mengatakan “tentu mereka adalah orang muslim.”

Begitu baik dan sempurnanya agama Islam dalam memberikan tuntunan, dan “Assalamu’alaikum” kelihatan sederhana dan mudah, namun memiliki makna teristimewa.

Perlu diketahui, tidak ada agama selain Islam yang, ketika bertemu satu dengan yang lain saling uluk salam, saling mendo’akan, semoga keselamatan, rohmat dan berkah Allah dilimpahkan kepadanya.

Ucapan “Assalamu’alaikum” juga menunjukkan akhlak terhadap orang yang mengucapkan, menunjukkan kemuliaan orang yang mengucapkan, dan menunjukkan ketawadu’an yang tidak merendahkan orang lain yang menjawab ataupun yang mengucapkan.

baca juga : Kejujuran Menjadi Inti dari Keyakinan dan Keimanan”

Justru, usaha tersebut akan melahirkan dan menampakkan rasa penuh kasih sayang dan cinta kasih satu dengan yang lain. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wassallam bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan amalan yang jika kalian lakukan satu sama lain akan saling mencintai? Sebarkanlah salam kepada sesamamu.”

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surah An-Nisa (4) : 86

“Dan apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu salam penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu dengan apa yang sepadan dengannya. Sungguh Allah memperhitungan segala sesutuNya.”

Perintah Allah dalam memberikan penghormatan salam dalam ayat tersebut itu merupakan bagian dari perintah sunah. Tapi menjawab salam manakala dia seorang diri, hukumnya adalah wajib. Adapun ketika bersama dengan orang lain hukumnya fardu kifayah.

Perintah menjawab salam dianjurkan dengan menjawab pada suatu hal yang lebih baik, atau yang paling tidak sama dengan apa yang diucapkan salam tersebut.

Seumpama orang mengatakan “Assalamu’alaikum” , maka jawabannya, paling tidak harus “Wa’alaikum salam”, terlebih jika kita tambahi dengan ” ….kum warahmatullahi wabarakatuh”.
Demikian pula ketika mereka mengatakan “Assalamu’alaikum warahmatullah” maka jawabannya “Wa’alaikum salam warahmatullah.”

Demikian pula ketika “Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh”, maka jawabannya “Wa’alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh.”

Adapun tatkala kita di jalan hendaknya orang yang memakai sepeda motor atau berkendaraan mendahului memberikan salam kepada orang yang sedang berjalan. Sedangkan orang yang sedang berjalan hendaknya terlebih dahulu memberikan salam kepada orang yang duduk. Orang yang muda memberikan salam kepada yang lebih tua. Orang yang sedikit memberikan salam kepada orang yang banyak.

Ucapan salam ini dianjurkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wassallam sebagai awal pembicaraan. Seperti ketika berpidato, memberi sambutan, hendaknya mengawali dengan salam. Hindari mendahului dengan

Yang terhormat, Yang kami muliakan, dan lain sebagainya.

baca juga : Kemukjizatan dan Keindahan Al Qur’an”

Sama halnya dengan penulisan salam, baik itu lewat surat, fesbuk, watshapp, dan lain sebagainya. Jangan sekali-kali ditulis dengan singkatan “Ass., Ass. Wr. Wb., dan Askum” sebab itu tidak ada maknanya sama sekali. Tetapi, menulislah salam itu dengan lengkap “Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu”.

Karena sekali lagi, “Assalamu’alaikum” merupakan syiar agama Islam yang sangat-sangat luar biasa, baik yang mengucapkan maupun yang mendengarkan.

Bahkan orang-orang Yahudi, atau agama lain selain Islam merasa iri terhadap salam yang dilakukan oleh sesame muslim seperti di atas. Yang pada dasarnya salam itu bisa mempersatukan, keselamatan, dan menimbulkan kasih sayang bagi yang mengucapkan ataupun yang menjawab. Bahkan ada getaran-getaran yang kuat di dada dalam hal keimanan.
*Tulisan ini merupakan transkip Khotbah Jum’at yang disampaikan oleh KH. Fairuzi Afiq Dalhar pada tanggal 19 Januari 2018 di Masjid Ponpes Almunawwir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *