Seminar IKAPPAM : Penguatan Ekonomi Dan Usaha Pesantren Menuju Kemadirian Bangsa

by Maret 9, 2017
durasi baca: 2 menit

Oleh : KH. Mahfudz Syaubani MA

Seminar yang diselenggarakan di pesantren Al Munawwir Komplek AB, yang dimulai pada jam 10.00 WIB,ini sebagai upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren, acara ini disambut baik oleh seluruh pengasuh san dewan pengasuh Al Munawwir Krapayak.

Acara seminar yang dibuka oleh Pengasuh Al Munawwir Krapyak beliau Romo KH.R.M. Najib Abdul Qodir dengan sambutan beliau, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai tanda dimulainya acara teresebut.

Dalam acara IKAPPAM (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al Munawwir) menghadirkan Alumni yang kini menjadi dosen di UNAIR Surabaya Bapak Asy’ari dan KH. Mahfudz Syaubani MA sebagi narasumber dalam IKAPPAM yang sudah mempunyai pengembangan usaha yang sangat maju dan sudah berhasil dalam bidang usaha dan ekonomi, beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Riyadul Jannah, Pacet, Mojokerto.

Penguatan ekonomi dan usaha pesantren dengan narasumber yang sangat pas, Karena beliau adalah best prakstis yang sudah memiliki bidang usaha dan keberhasilannya dalam bidang ekonomi berbasis ekonomi pesantren.  Kiai dan juga orang hebat ini kelahiran Demak, Jawa Tengah Setelah berkelana dari daerah kedaerah atau mondok dari saru daerah keadaerah lain, mulai dari Mangkang Kaliwungu, Cureb Mranggen, Ploso Kediri, kemudian melanjutkan ke Sayyid Alwi Al-Maliki Makkah Al Mukarromah, dan saat ini beliau memiliki enam belas Perusahaan bidang ekonomi yang berbasisi pesantren dan omset perbulannya telah mencapai sekitar 7 miliyar.

Pengembangan ekonomi ini sangat penting untuk mencapai kekuatan internal dan mendukung kegiatan pesantren dalam bidang pendidikan maupun dakwah sehingga nanti pesantren bisa mandiri, cita-cita pesantren akan dicapai dengan mudah tanpa pesantren mengorbankan idealitasnya karena politik ataupun karena proposal san lain sebagainya. Moderator mengajak kita semua untuk berguru kepada KH. Mahfudz Syaubani MA, bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang berbasis pesantren. Demikian apa yang disampaikan pak Ihsanuddin sebagai pemandu acara seminar kali ini. [Media]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.