Press Release | Berita Hoax disitus JPNN.com | Sebarkan !

by Agustus 8, 2018
durasi baca: 3 menit

JPNN SEBAR BERITA BOHONG TENTANG MBAH KIAI NAJIB
Oleh: @ziatuwel

Tempo hari santri Krapyak diramaikan berita BOHONG yang dimuat @jpnncom bahwa #MbahNajibKrapyak mewakili PBNU mengultimatum Presiden @jokowi apabila dalam 2 hari tidak memilih @cakimiNOW sebagai cawapres, maka para ulama akan bikin poros baru. HOAX!

Maka dari pihak alumni pesantren @almunawwir_com pun melakukan klarifikasi langsung kepada #MbahNajibKrapyak dan beliau membantah kabar bohong @jpnncom itu. Kemudian diterbitkan dan dikirimkanlah nota kekecewaan dan tuntutan ralat berita atas nama beliau.

Dari pihak @jpnncom kemudian membuat rilis berita baru bahwa pihak pesantren @almunawwir_com membantah adanya pernyataan bahwa #MbahNajibKrapyak mendesak @jokowi agar memilih @cakimiNOW jadi cawapres. Tapi sayangnya berita lama TIDAK DIHAPUS, sehingga dikopas media2 online lain.

Sebab itulah santri @almunawwir_com sangat kecewa terhadap etika jurnalistik @jpnncom – tak ada permohonan maaf atau penarikan berita lama. Kami juga penasaran, darimana wartawan berinisal ‘boy’ itu mengarang berita #MbahNajibKrapyak ultimatum @jokowi untuk memilih @cakimiNOW ?

Struktur berita yang dimuat @jpnncom pun tidak jelas dimana dan dalam acara apa #MbahNajibKrapyak menyatakan ultimatum 2 hari agar presiden @jokowi pilih @cakiminow jadi cawapres? Tidak jelas dan jelas bohong. Beliau bukan tipe kiai yang berpolitik, apalagi sampai berultimatum!

Parahnya, berita bohong tentang #MbahNajibKrapyak yang dimuat @jpnncom dan sudah mendapat klarifikasi dari pesantren @almunawwir_com TIDAK DITARIK, sehingga dikopas oleh media lain seperti @RILISonline – @liputan6dotcom – @tribunnews – @swamedium

Para santri @almunawwir_com tidak rela #MbahNajibKrapyak dijadikan komoditas politik dan salah paham khalayak sebab berita bohong @jpnncom – maka para santri sepakat ramaikan jagad medsos agar media-media yg telah sebarkan kebohongan itu MERALATNYA dan MENGHAPUS berita lama.

Perlu diketahui bahwa #MbahNajibKrapyak adalah pengasuh utama Pondok Pesantren @almunawwir_com Yogyakarta, salah satu rois syuriyah PBNU bukan mustasyar seperti pemberitaan @jpnncom dan salah satu kiai yang disepuhkan di Jogja. Catat bahwa beliau kiai yang TIDAK BERPOLITIK PRAKTIS.

Keseharian #MbahNajibKrapyak mengasuh santri, simak setoran hapalan Quran para santri tahfizh di Krapyak. Beliau adalah ahlul-Quran yg bersahaja. Sudah imami tarawih dgn bacaan 30 juz Quran di masjid pesantren sejak remaja. Dalam urusan politik praktis, beliau terbilang ‘polos’.

Sebagai pengasuh utama pesantren, tentu banyak tamu sowan #MbahNajibKrapyak tiap harinya. Dan semuanya diterima. Entah itu rakyat jelata atau elit-elit politik dan pejabat negara. Semuanya disambut dan diajak ngobrol akrab, begitulah tipikal akhlak beliau.

Bahkan sudah lazim di kalangan santri Krapyak, kalau sowan #MbahNajibKrapyak harus siap diajak ngobrol dengan detil. Sebab ingatan beliau sangat tajam dan biasa bertanya detil. Entah tentang keluarga, hingga arah jalan dan nama-nama wilayah di daerah asal.

Di mata para santri @almunawwir_com #MbahNajibKrapyak adalah sosok tang lebih banyak menampilkan teladan daripada ceramah kata-kata. Beliau tidak pernah terlibat dalam urusan politik praktis, berbeda dengan adik beliau, almarhum KHR. Abdul Hafidh AQ yang memang vokal semasa hidup.

Maka ketika @jpnncom merilis berita bahwa #MbahNajibKrapyak ultimatum @jokowi dalam 2 hari agar pilih @cakiminow jadi wapresnya, kami langsung tahu bahwa itu bohong. Awalnya kami ketawa geli, namun kemudian menyadari bahwa ini bakal jadi fitnah. Maka HARUS ada ralat!

Pesantren @almunawwir_com membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua media cetak/online, terutama @jpnncom yg mau klarifikasi sekaligus kabarkan yang benar bahwa #MbahNajibKrapyak tidak pernah sekalipun menyatakan ultimatum agar @jokowi pilih @cakiminow jadi cawapresnya.

Sebagai ahlul Quran yang bersahaja dan istiqamah, tentu #MbahNajibKrapyak tidak terganggu sedikitpun atas pemberitaan bohong @jpnncom ini. Tapi kami sebagai santri beliau HARUS menghadang persebaran berita bohong itu demi terjaganya marwah guru dan almamater kami.

Sebagai sumber kabar bohong pertama maka @jpnncom harus tanggung jawab dgn rilis berita baru, permohonan maaf, hapus berita lama. Lebih baik lagi jika @DPP_PKB @nu_online juga klarifikasi bahwa #MbahNajibKrapyak tak pernah ultimatum @jokowi utk pilih @cakiminow jadi cawapresnya.

Demikian mohon diviralkan.
Salatiga, 8/8/2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *