PKR Resmi Dibuka, Bersamaan Dengan Pelantikan Pengurus Baru Pondok Pesantren Almunawwir

durasi baca: 2 menit

KRAPYAK –(28 Sya’ban 1440 H/Sabtu, 4 Mei 2019) Program Khusus Ramadhan (PKR) Pondok Pesantren Al-Munawwir tahun 1440 H resmi dibuka oleh K.H. Ahmad Sidqi.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat datang kepada santri PKR. Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat menjadi sarana optimalisasi santri dalam mengaji dan tabarukkan di Pondok Pesantren Al-Munawwir.

Ketua panitia PKR, Mirza Syauqi Futtaqi menyampaikan doanya, semoga dengan mengikuti PKR di Pondok Pesantren Al-Munawwir ini para santri mendapatkan berkah dari Allah swt. lantaran para ulama dan kiai, khususnya Almaghfurlah K.H. Muhammad Munawwir bin Abdillah Rosyad.

Selain sebagai sarana tabarukkan, PKR ini diharapkan dapat menjadi wujud rasa gembira atas datangnya bulan suci Ramadan. Penting bagi umat Islam untuk menyambut serta menyemarakkan bulan Ramadan karena pada bulan ini Allah swt melimpahkan rahmat dan maghfiroh kepada hamba-Nya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula AB ini juga menjadi peristiwa yang istimewa karena selain pembukaan PKR, dilaksanakan pula Pelantikan Pengurus Pusat Pondok Pesantren Al-Munawwir masa khidmah 2019-2021 Masehi.

Setelah dilaksanakan Pemilihan Umum Lurah pada 13 April 2019 lalu, akhirnya nama Ahmad Munadi, kandidat nomor 05 keluar sebagai lurah baru dengan perolehan 374 suara.

Pelantikan lurah dan pengurus baru ini dipimpin oleh K.H. Muhtarom Busyro selaku Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir. Dalam sambutan lurah terpilih, Ahmad Munadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya. Ia juga menyampaikan harapan kepada seluruh santri agar saling menjalin komunikasi dan koordinasi untuk menjadikan Pondok Pesantren Al-Munawwir agar lebih baik lagi.

Mau’idzah khasanah pada kegiatan ini disampaikan oleh K.H. Muhtarom Busyro. Sebagai persiapan puasa, beliau menyampaikan arti kesabaran agar dilaksanakan ketika berpuasa di Bulan Ramadan esok.

Sabar merupakan bentuk pengendalian diri atas hawa nafsu yang dimiliki setiap manusia. Bulan Ramadhan juga disebut sebagai syahrussobri karena pada bulan ini seluruh umat Islam melaksanakan pengendalian diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. K.H. Muhtarom Busyro juga menyampaikan fenomena kelangkaan kesabaran manusia di era modern saat ini.

Selain itu, beliau juga menjelaskan 4 waktu yang membutuhkan kesabaran menurut Kitab Nashaihul ‘Ibad yaitu, sabar ketika diberi cobaan, sabar ketika disakiti, sabar dalam menjalankan kewajiban, serta sabar untuk menjauhi maksiat. Kesabaran menjadi salah satu derajat kedewasaan pada diri manusia. Bukan usia, tingkat pendidikan dan jabatan yang membuktikan kedewasaan seseorang.

Rasulullah saw bahkan pernah bersabda bahwa jagoan itu bukanlah mereka yang menang bertarung, namun ia adalah yang berhasil mengendalikan hawa nafsunya. //isnasrr

Latest posts by Isna Sholihatur Rohmaniyah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *