Perihal Ijazah Sanad dan Kualitas Keimuan Seseorang

by Juli 28, 2022
durasi baca: 2 menit

Kedatangan Syekh Abdul Aziz Al-Syahawi ke Krapyak memberikan berkah dan pelajaran yang begitu luar biasa. Dawuh-dawuh beliau seperti menjadi pelecut bagi para penuntut ilmu untuk selalu bersungguh-sungguh  dalam belajar.

Seakan-akan beliau ingin menegaskan bahwa ilmu selamanya akan selalu berpihak kepada orang yang totalitas dalam berproses. Beliau memiliki pandangan jika majlis ijazah kubro semacam ini tidak dapat menjamin kealiman seseorang.

Jika menghendaki untuk paham, maka harus belajar dulu. Ada usaha ada hasil. Begitulah hukum kausalitas juga berlaku dalam keberhasilan penuntut ilmu. Di sebuah lembar ijazah Sanad yang ditulis oleh beliau, Syekh Abdul Aziz Al-Syahawi memberi pengantar bagi setiap santri yang menerima ijazah dari beliau :

قد أصبحت الإجازات اليوم لا تفيد علما. فمن حصل العلوم وأدرك منطوقها والمفهوم فقد فاز

“Hari ini ijazah sanad bukan lagi sebuah ilmu. Barang siapa yang telah menguasai ilmu dan memahami makna yang terlihat jelas dan makna yang tersirat maka ia telah beruntung”

Ijazah (legalitas formal) merupakan pengakuan secara formal dari seorang tokoh atau lembaga dalam bidang tertentu. Seorang yang memiliki ijazah, secara formal dinyatakan memiliki kapasitas dalam keilmuan tertentu.

Namun jika menilik fenomena sekarang, maka ijazah ammah atau kubro semacam ini tidak dapat memastikan bahwa si penerima ijazah telah mencapai kualifikasi keilmuan yang mumpuni. Oleh karenanya Syekh Abdul Aziz Al-Syahawi melanjutkan dawuhnya :

فلا ينبغي التشاغل بها وتقديمها على غيرها مما يجب على طلبة العلم فهي لا تعدو من ملح العلم لا من متينه

“Tidak seyogyanya menyibukkan dan memprioritaskan ijazah sanad dibanding kewajiban belajar bagi para santri. Sanad ijazah tidak lebih seperti bumbu ilmu, bukan bahan utama dari ilmu”

والإسناد في زمننا صار من قبيل التبرك عن طريق الإتصال بالأئمة الأكابر

“Sanad di zaman kita sekarang menjadi ranah mencari berkah untuk menyambung jalan kepada para imam-imam besar”.

Belajar menjadi sebuah ikhtiar yang menempati posisi utama. Adapun  ijazah menjadi pelengkap agar keilmuan seseorang mendapat keberkahan dan  jaminan legalitas dari para ulama cendikiawan Muslim. Keberkahan ijazah sanad biasanya akan terasa ketika dihadapkan dengan persoalan yang harus dijawab sementara tak kunjung menemukan referensinya.

* Sumber : lembaran ijazah dari Syekh Abdul Aziz Al-Syahawi

Editor: Irfan Fauzi

Abdillah Amiril Adawy
Latest posts by Abdillah Amiril Adawy (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.