Pengantar Ilmu Qira’at (3): Hadis-Hadis tentang Alquran Diturunkan dengan “Sab’ah Ahruf”

by Juni 8, 2017
durasi baca: 2 menit

Oleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad

Tema ini masih berkaitan dengan pertemuan kemarin, sejarah qira’at. Hadis- hadis ini sudah banyak dibahas oleh ulama sampai masa kini. Ada yang membahasnya dalam buku khusus, ada pula yang membahas dalam salah satu bab Ulumul Qur’an atau Ilmu Qira’at.

Hadis ini diriwayatkan oleh banyak sahabat (lebih dari 20 sahabat), menurut ulama Sunni hadis ini shahih, bahkan mencapai mutawatir. Beda dengan sebagian ulama Syiah. Terdapat beberapa redaksi riwayat: sab’ah ahruf, tsalatsah ahruf, atau harf wahid? Di antaranya hadis tentang sahabat Umar bin Khathab dan Hisyam bin Hakim yang berbeda dalam pembacaan surat al-Furqan.

Lalu dua sahabat tersebut menghadapi Nabi Muhammad lalu bertanya tentang bacaan yang berbeda, Nabi mendengar bacaan mereka berdua dan membenarkannya, kemudian bersabda: (inna hadza al-Qur’an unzila ‘ala sab’ati ahruf, fa-qra’uu ma-tayassara minhu).

Secara bahasa lafal (sab’ah) bisa dipahami secara haqiqi (angka 7) atau majazi (banyak). Memang menarik membicarakan angka 7 dalam tradisi Islam maupun luar Islam, silahkan baca buku Rahasia Angka. Begitu pula lafal (ahruf) yang bentuk tunggalnya (harf) yang bisa berarti: tepi, ujung, huruf hijaiyah, bacaan dan lainnya.

Al-Suyuthi menyebut bahwa terdapat sekitar 40 pendapat tentang makna hadis ini. Menarik jika dibahas secara historis perkembangan makna hadis ini. Di sini akan dijelaskan sebagian pendapat ini. Pertama, Alquran turun dengan tujuh bahasa kabilah/suku Arab.

Baca Juga: Pengantar Ilmu Qira’at (2): Sejarah Perkembangan Ilmu Qiraat

Bisa berarti bahwa satu kata Alquran bisa diungkapkan dengan tujuh kosa kata lain dengan makna yang sama atau mirip (sinonim), contoh: (halumma, aqbil, ta’ala,) yang semuanya berarti: mari ke sini/datanglah kesini. Atau bahasa Alquran secara keseluruhan teridiri dari tujuh bahasa kabilah Arab (Suku Quraisy, Hudzail, Tamim, al Azd, Rabi’ah, Hawazin, Sa’d bin Bakr) . Kedua, tujuh bentuk perbedaan dalam qiraat Alquran. Ketiga, tujuh di sini berarti banyak. Dan masih banyak pendapat-pendapat lain, bahkan ada yang berpendapat hadis ini termasuk hadis musykil yang tidak diketahui maknannya. Ada juga yang mengartikan dengan al-qira’at al-sab’ istilah yang mulai masyhur di abad ke-4.

Yang jelas bahwa sebagian dari hadis-hadis ini menjelaskan bahwa perbedaan qira’at sudah ada sejak masa Nabi, dan turunnya Alquran dengan sab’ah Ahruf merupakan bagian dari keringanan (rukhshah wa taisir) Allah untuk masyarakat Muslim dalam bacaan Alquran.

Wa Allah A’lam bis showab…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *