Orientasi Santri Baru, Komplek R2 Bangkitkan Regenerasi Semangat Santri di Era Pandemi

by Desember 11, 2020
durasi baca: 2 menit

 

Almunawwir.com – Bulan Syawal merupakan bulan yang senantiasa didambakan oleh santri-santri baru untuk pertama kalinya menghirup nuansa pondok pesantren. Namun pada tahun ini, disebagian pondok pesantren tidak memberlakukan kedatangan santri pada bulan tersebut. Para santri baru dengan rela menunda penyambutan kedatangan dirinya demi mematuhi peraturan pemerintah terkait penyebaran Covid-19. Penundaan kedatangan santri baru juga dialami oleh Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R2.

Atmosfer santri baru yang seharusnya sudah dirasakan di bulan Syawal dulu, kini baru bisa merasakan aromanya di pertengahan tahun pelajaran kalender Islam. Pasalnya pandemi yang menimpa di seluruh negara, berlangsung secara masif, termasuk pula negara Indonesia. Hal ini menyebabkan penerimaan santri baru dipelbagai pondok pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R2 dilakukan secara online.

Secara administratif, Komplek R2 tetap melaksanakan penerimaan santri baru sejak awal bulan Syawal yang dilakukan secara online. Kedatangan santri baru pun dibuat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dilakukan secara bertahap atau bergelombang dengan menerapkan prosedur karantina selama 14 hari di ruangan khusus yang masih berada di lingkungan pondok pesantren. Hal inilah yang membuat program orientasi santri baru (osaba) sedikit terlambat.

Baca Juga: Santri dan Musik II: Inovasi Dangdut dalam Menghafal Nadham Alfiyah 

Setelah seluruh santri baru datang, tradisi di Komplek R2 adalah mengadakan osaba sebagai orientasi atau pengenalan antar sesama, komplek, ahlein dan segala hal yang bersifat ke-Al-Munawwir-an. Di tengah pandemi ini, osaba dilakukan secara online. Osaba kali ini mengangkat tema Regenerasi Semangat Santri di Era Pandemi. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari sejak kemarin (5-6/12). Rangkaian acara pun terlaksana dengan teratur dan penuh khidmat.

Di hari pertama, kegiatan osaba dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara virtual. Pelantunan lagu kebangsaan ini dilakukan secara khidmat oleh seluruh peserta osaba, terlihat dari para peserta yang serentak berdiri ketika diputarkan lagu Indonesia Raya. Di sesi sambutan, Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal banyak memberi nasihat dan petuah yang bermanfaat bagi seluruh santri osaba. Salah satu pesan beliau adalah bahwa santri harus senantiasa semangat untuk belajar, mengaji, semangat dalam menjalani kehidupan agar ketika pulang nanti bisa membawa ilmu yang bermanfaat dan barokah fid-dini waddunya walakhiroh. Selanjutnya beliau juga memberi nasihat agar kita sebagai santri senantiasa sabar dan tetap menjaga akhlak dalam menghadapi pandemi ini.

Sosialisasi kepengurusan, kegiatan komplek, peraturan pesantren dan pengenalan komplek juga dilakukan di hari pertama ini. Di akhir acara, materi ke-Almunawwiran disampaikan oleh Gus Faik Muhammad sebagai pemateri sekaligus ahlein Al-Munawwir. Dalam materi ini, Gus Faik menyampaikan pesannya dengan sangat jelas sehingga mudah diterima oleh seluruh peserta. Tak lupa, Gus Faik juga menyampaikan petuah, Jadilah seperti air, yang dibutuhkan banyak orang. Jangan menjadi seperti kalajengking, yang orang lain takut melihatnya. Kalau tidak bisa, maka jadilah seperti batu, yang diam tapi tidak merugikan.

Baca Juga: Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal: Sang Teladan dan Reformis bagi Santri-Santrinya

Hari kedua berlangsung dengan tak kalah meriah. Di awal sesi, materi keaswajaan disampaikan oleh Ustadzah Puput Lestari. Di acara puncak, yakni sesi motivasi disampaikan oleh Ustadz Muhammad Abdullah Faqih. Dalam sesi motivasi ini, salah satu pesan yang disampaikan oleh Ustadz Faqih adalah bahwa seorang santri dalam mencari ilmu di pondok pesantren harus memegang tiga pondasi, yaitu DIY: Dipaksakan ketika malas, Istiqomah, dan Yakin. Sesi yang terakhir di hari kedua ini adalah pengumuman pemenang lomba sekaligus penutupan.

Banyak hikmah yang dipetik dari program osaba tahun ini. Meskipun dilakukan secara online seraya menatap kilauan layar masing-masing, program osaba kali ini tidak sedikitpun kehilangan esensinya dan semoga ilmu yang telah dilimpahkan oleh para pemateri bisa bermanfaat bagi santri-santri semua. Doa kami dipenghujung kalam, semoga pandemi segera berakhir dan kegiatan normal seperti dahulu kala. Aamiin. 

 

Reporter: Arina al-Ayya (Komplek r2)

Editor: Irfan Fauzi (Komplek L)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *