Ngaji Kitab Washoya : Menuju Kehidupan Harmonis

by Februari 6, 2017
durasi baca: 2 menit

KRAPYAK– Salah satu agenda rutinan Komplek R2 Pondok Pesantren Al Munawwir pada hari Ahad selain ziaroh ke Maqbaroh, yaitu ngaji kitab washoya , yang  merupakan kitab karangan Syaikh Muhammad Syakir. Kegiatan ngaji kitab ini dibimbing langsung oleh Pengasuh Komplek R2 Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal Abidin M.S.I.

Ngaji kitab washoya yang baru dilakukan dua pertemuan ini, dilaksanakan setiap hari Ahad pagi. Tepatnya, usai para santriwati mengaji Al Qur’an dengan sistem jadwal perlantai yang dimulai dari lantai dua gedung baru dan seterusnya, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Adanya ngaji kitab washoya sendiri dilatar-belakangi oleh keinginan Ibu Nyai Ida untuk lebih dekat dengan para santrinya secara psikologis. Salah satunya juga agar tercipta kontak mata dan fisik. Dari pertemuan setiap Ahad itu, diharapkan akan terjalin ikatan batin antara santriwati dengan Bu Nyainya. Diharapkan pula dengan adanya ngaji washoya membuat turunnya tingkat kebandelan seorang santri.

Pada kesempatan Ahad pagi (5/2/2017) di Musholla R2, kali ini seperti materi yang telah diberikan pada hari Ahad yang lalu. Ibu Nyai Ida menyampaikan jika pertemuan pertama masih membahas bab pendahuluan dari kitab tersebut.

“Yang pertama Alhamdulillah. Kita memuji, Alhamdulillahi robil ‘alamin. Karena rahasia tahmid itu luar biasa. Mensyukuri nikmat,” tutur beliau saat membuka ngaji kitab washoya pagi itu.

Menurut beliau rasa syukur bisa dimulai dari saat kita bangun pagi. “Alhamdulillah aku bangun tempatku bukan di tanah. Tempatku masih di tempat tidur,” tambah beliau.

Penyampaian kedua mengenai awalan ketika akan memulai sesuatu yaitu dengan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab Kanjeng Nabi Muhammad SAW itu pemimpin semua para Nabi lan piro-piro utusan. Ibu Ida juga menyampaikan bahwa kita membaca sholawat atau tidak itu ya Kanjeng Nabi tetap akan masuk surga. Hanya, kita memiliki rasa kewajiban untuk berharap akan syafaat Rasulullah SAW. Sebab, Kanjeng Nabi itu satu-satunya Nabi yang bisa memberi syafaat, maka bacalah sholawat.

“Baca sholawat itu tidak hanya kepada Nabi tapi juga keluarga serta sahabat dan seluruhnya,” tutur Ibu Ida mengingatkan.

Beliau juga menuturkan bahwa kitab washoya tersebut dikarang memang khusus untuk para santri. Untuk mendasari para santri supaya memiliki akhlaqul karimah.Ibu Ida memisalkan ketika kita (santri) berjalan, bekerja, bertemu orang lain, dosen, guru, supaya kita memiliki adab sopan santun yang baik. Rutinitas Ahad pagi itu juga mendapat tanggapan positif serta antusias dari santriwati komplek R2 sendiri.

Selain itu, adanya ngaji kitab washoya setiap Ahad pagi, diharapkan dapat menjadi jembatan supaya para santri satu sama lain tidak mudah menyalahkan, memfitnah, bahkan menggunjing. Sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dalam lingkungan pondok pesantren serta kehidupan bermasyarakat. [Aninda]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *