Santri dan Musik I: Menilik Kedekatan Santri dengan Musik

by September 13, 2020
durasi baca: 2 menit

Iwan Fals memakai peci dalam sebuah konser di Jakarta. Foto: Kompas

Oleh: Akhmad Munadi*

Saya ingat pada waktu itu hari Jum’at, hari liburnya para santri di Pesantren Tremas. Tepat pada malamnya, yakni malam jum’at,  jika tidak ada kegiatan lain (muhadloroh, khitobiyah bulanan, dll.) maka, para santri di setiap asrama akan mengeluarkan amunisi asramanya berupa seperangkat speaker full bass lengkap dengan amplifier, pemutar Mp3-nya.

Lalu, kira-kira mulai pukul 20.00 waktu istiwa’, mulailah terdengar berbagai genre musik diputar di setiap asrama. Dari mulai dangdut koplo, sholawat, pop, sampai lagu rock metal yang gak jelas syair lagunya. Wkwkwk.

Karena memang hari libur dan tidak ada kegiatan, biasanya suara musiknya bisa terdengar sangat mengglegar, bahkan terdengar sampai ndalem kiai. Tapi dari sekian aliran musik yang diputar, terlihat dua aliran musik yang paling mendominasi, yakni dangdut koplo dan lagu-lagunya Iwan Fals.

Karena itu, ketika hari jum’at, speaker asrama seakan menjadi milik santri yang gandrung dengan dangdut koplo. Sampai-sampai jika ada satu lagu dangdut koplo yang viral, lagu tersebut bisa diputar berulang-ulang seakan tidak ada bosannya.

Baca Juga: Kisah Gudik Santri dan Bagaimana Herd Immunity Bekerja

Biasanya, mereka rela jauh-jauh ke warnet di kota Pacitan untuk mengunduh mp3 lagu-lagu yang sedang viral, atau ke pasar mencari VCD Via Vallen, Wiwik Sagita dan sebagainya.

Lalu pada hari Jum’at mereka serentak memutar lagu-lagu tersebut dengan mengeraskan volume dan bassnya. Mereka punya semboyan unik “Semua lagu akan menjadi koplo pada waktunya”. hehe.

Lain lagi dengan santri-santri pecinta lagu-lagunya Bang Iwan Fals. Santri-santri OI ini biasanya bergerak pada malam hari setelah euphoria dangdut koplo sudah selesai. Segera setelah kondisi malam di asrama sudah sepi. Lagu-lagu dengan hentakan ketipung berubah menjadi lagu slow khasnya Bang Iwan.

Lagu-lagu ini biasanya menemani santri-santri yang masih stay di malam hari sampai subuh pada hari Jum’at. Musik dan syairnya yang khas membuat Bang Iwan mempunyai tempat di hati santri-santri.

*Pemerhati Sejarah dan Lurah Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *