Melihat Toleransi dari Kaca Mata Santri

by Februari 23, 2018
durasi baca: 3 menit

Oleh : Fachriza Nur Ichsani

Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak perbedaan dari mulai ras, suku, budaya sampai agama yang menyebabkan banyaknya pendapat dalam berbagai permasalahan, pendapat tersebut sesuai dengan pandangan dan sudut pandang masing- masing orang. Menyebabkan banyak pendapat dalam berbagai permasalahan, pendapat tersebut sesuai dengan sudut pandang masing- masing orang.

Hal itu tidak dapat dihindarkan karena saat ini masyarakat telah bebas mengeluarkan pendapat, namun terkadang pendapat tersebut saling berseberangan, sehingga menyebabkan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik salah satunya masalah agama

Masalah agama merupakan masalah yang sering terjadi di Indonesia karena setiap agama memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda tentang suatu hal maka dari itu Jangan memandang suatu agama dengan satu sudut pandang saja, karena itu yang akan menjadi salah satu penyebab Indonesia terpecah belah.

Setiap agama mempunyai ajaran yang diyakini oleh para penganutnya. Setap umat beragama agama tidak memiliki hak untuk mengkritik serta mencela ajaran tiap-tiap agama, apabila tidak mengerti secara mendetail pedoman atau landasan dari agama tersebut, namun santri santri di pondok pesantren mempunyai kebiasaan yang menimbulkan rasa toleransi terhadap berbagai hal.

baca juga : Mbah Ali, Pohon Kristen dan Anomali Logika Beragama”

Pondok pesantren yang berbasis modern bukan hanya ilmu ukhrowi saja yang dipelajari namun juga ilmu ilmu duniawi karena seorang santri akan menghadapi dunia luar setelah keluar dari pesantren tersebut. Selain itu santri juga diajarkan kesederhanaan sebagai bagian dari panggilan moral keberagamaan yang menyimpan potensi besar untuk melakukan transformasi peradaban Islam yang lebih baik, santri juga diharapkan menjadi orang yang memiliki ilmu pengetahuan keislaman yang baik untuk diamalkan kepada masyarakat setelah keluar dari pesantren, salah satunya sikap toleransi yang ditanamkan dari hal hal kecil dipesantren

Toleransi merupakan suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antar individu yang menghindarkan terjadinya diskriminasi, sebenarnya toleransi ini bermakna bukan hanya toleransi terhadap agama saja, namun toleransi terhadap antar individu yang di ciptakan berbeda berbeda, bahkah telah dijelaskan dalam surat al Hujurat ayat 13 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami Jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”

Dari ayat tersebut sudah jelas digambarkan manusia iu berbeda beda, namun sebagai umat pandai memaknainya. Banyak dari umat muslim itu terpecah belah karena perbedaan pendapat, kepentingan dll, maka dari itu toleransi antar individu juga harus dijunjung tinggi untuk menciptakan persatuan.

baca juga : Al Quran, Perempuan, dan Insan Kamil”

Kehidupan Pesantren memiliki banyak santri di dalamnya, dan dari beberapa santri itu memiliki pandangan dan pemikiran yang berbeda beda. Mulai dari perbedaan pendapat dari ilmu yang disampaikan oleh ustad, hingga perbedaan menghadapi masalah yang sering muncul dilingkungan pondok pesantren.

Islam itu luas dan perbedaan pendapat juga sering muncul dikalangan santri namun, perbedaan pendapat itu menjadikan seorang santri banyak belajar, bahwa kebenaran bukan hanya satu dan kebenaran bukan hanya milik diri kita sendiri, tugas santri untuk mencari kebenaran bukan menyalahkan sesuatu yang sudah ada.

Aktivitas dipesantren juga mengajarkan bagaimana seorang santri dapat menghargai dan menghormati kegiatan santri lainya. Hal-hal kecil yang didapatkan oleh seorang santri dapat bermanfaat untuk kehidupan santri di masa yang akan datang. Dari hal itu santri dapat menumbuhkan sikap toleransi pada segala hal termasuk toleransi pada agama, suku, ras, budaya dll yang mencirikan santri Indonesia yang damai.

*santri Nurussalam Putri
**kontestan Lomba Parade Menulis memperingati Haul Al Maghfurlah K.H.M. Moenawwir bin Abdul Rosyad ke 49

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *