Kisah Gudik Santri dan Bagaimana Herd Immunity Bekerja

by Juni 15, 2020
durasi baca: 2 menit

Oleh: Akhmad Munadi*

Di musim pandemi ini sering kita mendengar istilah herd immunity. Sekilas saya tertarik mengulik-ulik itu. Yang saya tahu, intinya ketika sebagian besar orang telah mempunyai kekebalan terhadap suatu infeksi penyakit tertentu, maka ,penyakit tersebut tidak akan mudah menularinya lagi.

Salah satu cara untuk mencapai kekebalan itu adalah berhasil sembuh dari infeksi itu sendiri.

Hal tersebut mengingatkan saya pada kejadian 12 tahun silam ketika saya baru pertama kali masuk pesantren. Awal mondok saya tergolong santri yang ‘resikan’ lo ya, hehe. Maklum santri baru. Tapi, selama 2 bulan dipemondokan saya mulai terserang penyakit Gudiken, ini terjadi karena tertular teman-teman sekamar.

Dari mulai gatal-gatal di seluruh tubuh sampai muncul banyak benjolan nanah di tangan, perut, dan kaki. Kondisi ini membuat saya pada waktu itu sulit untuk makan karena hampir seluruh tangan saya bernanah.

Beberapa kali saya pergi ke dokter di pondok, tak ada perubahan berarti. Sampai kondisi ini mengharuskan saya pulang dan dibawa ke salah satu rumah sakit besar di Jogja, akan tetapi toh hasilnya nihil.

Nah, pada waktu itu ada senior saya yang bilang : “wes to, ojo kuwatir, gudiken ki nko mari dewe neng pondok, nko nek wes sui neng kene mari dewe… jajalen to”

Baca Juga: Mampukah Kita Membaca Ayat Ini dengan Sepenuh Hati?

Jadi, mengobati gudik di pondok cukup membiarkannya sampai sembuh sendiri. Begitulah inti percakapan dengan salah satu senior saya.

Dan perkataan itu terbukti ketika saya sudah 3 tahun mondok. Ketika itu sebenarnya saya tidak menggunakan pengobatan khusus, sembuh-sembuh sendiri. Sementara, beberapa teman sekamar saya saat itu masih gudiken, bahkan lebih parah. Tapi alhamdulillah saya ngga tertular lagi.

Padahal, pola hidup saya (pasca terserang gudik) pada waktu itu berubah jadi agak kemproh dan umbrus(ngga terawat sama sekali). Hehe. Jarang nyuci, kadang males mandi, join baju, bantal selimut, pokoknya satu untuk semua lah. Wkwk.

Tapi anehnya pola hidup yang agak gak sehat tersebut tidak menjadikan gudik yang semula mewabah di tubuh saya kembali lagi, bahkan sampai boyong pun tidak ada satu benjolan bernanah pun di tubuh saya.

Nah, apakah pengalaman saya tadi termasuk bagian dari Herd Immunity ya.??wkwkwk

*Lurah Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *