Haul Virtual KH. M. Moenawwir Ke-82, Gus Yahya Menyebut Krapyak Tidak Kurang Teladan

by Januari 31, 2021
durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com – “Di tahun ini, pelaksanaannya berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya kami menyebar undangan kepada khalayak ramai. beberapa acara seperti pertemuan alumni, seminar dan lain lain ditiadakan, karena covid-19 belum menunjukkan gejala menurun” isi sambutan yang di sampaikan KH Fairuzi hafiz dalhar pada acara haul almaghfurlah KH M Moenawwir bin abullah rasyad yang ke 82.

Acara haul dilaksanakan di depan halaman Masjid Pondok Pesantren Al munawwir , sabtu (23/01) malam. Acara hanya dihadiri oleh dzuriyyah dan para santri yang berada di sekitaran masjid saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, bagi santri yang masih berada di rumah ataupun para alumni menyaksikan acara melalui live streaming youtube Almunawwir TV.

Acara ini diawali dengan pembacaan burdah oleh semua khalayak, kemudian tahlilan dipimpin oleh KH Yasin Nawawi dilanjutkan do’a oleh KHR Abul Hamid Abdul Qodir, sambutan oleh KH Fairuz Hafiz Dalhar, dan dilangsungkan Mau’idhoh Hasanah oleh KH Yahya Cholil Staquf. Katib Aam PBNU.

KH Yahya Cholil Staquf mengajak untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang baik. Salah satu tokoh yang beliau contohkan adalah KH Wahid Hasyim yang sejak muda sudah berkiprah di masyarakat. Pada usia 26 tahun, beliau menjadaptan amanah menjadi pengurus besar Nahdlatul Ulama, sedangkan pada usia 28 tahun menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

Baca Juga: Haul Virtual Komplek L: Ilmu, Akhlak dan Dakwah Sebagai Falsafah Hidup Santri

Para hadirin mendengarkan ceramah yang disampaikan KH Yahya Cholil Staquf dengan penuh rasa ta’dzim. Beliau menceritakan bahwa umumnya orang ingin awet muda. Padahal yang tepat “ojo nganthi telat tuwo” atau dalam bahasa Indonesianya diartikan jangan sampai telat menjadi tua.

Di Pondok Al-Munawwir Krapyak, anak muda/santri yang nantinya dituntut untuk menjadi tua itu tidak perlu khawatir kalau tidak bisa, sebab banyak tokoh yang bisa ditiru di pondok ini. Beberapa model kiai Krapyak sejak tahun 1990-2021 yang dijadikan contoh adalah sebagai berikut. 1) KH Ali Maksum (progresif, sangat maju wawasannya), 2) KH Zainal Abidin (sangat hati-hati). Pada masa hidupnya, Mbah Zainal pernah menjadi DPR dan tidak pernah mengambil gajinya karena kehati-hatiannya itu. Pernah suatu ketika KH Ali Maksum ngendikan “Nek Zainal taksih urip, dunyo iki rak bakal kiamat.”. KH Yahya Cholil juga nggleweh KH Hilmy Muhammad Hasbullah yang sedang menjabat sebagai DPD DIY pasti juga niat meneladani Mbah Zainal. KH Yahya Cholil mampu membuat suasana tetap renyah meskipun majelis dilaksanakan secara virtual, 3) KH Warson Munawwir (menjadi guru muda dan aktivis), 4) KH Najib Abdul Qodir (mewakafkan jiwa dan raganya untuk mengabdi kepada Al-Qur’an) .

“Sanajan ora kuat koyo seng ndesek-ndesek , paleng ora yo iso tiru-tiru sanajan sitek” pesan terakhir pembicaraan yang disampaikan oleh KH Yahya Cholil Staquf.

Rangkaian acara berjalan dengan lancar. Semoga yang hadir paa majlis haul maupun hadir melalui media sosial memperoleh keberkahan. Tentu juga,  do’a untuk Al Maghfurlah KH M.Moenawwir bin Abdullah Rasyad dan para masyayikh tak henti-hentinya kita lantunkan untuk beliau-beliau. Al Fathihah.

 

 

 

 

Hanif Rizal Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *