Dawuh Kiai Hafidh, Nobar Timnas dan Self Healing ala Santri

by Januari 1, 2022
durasi baca: 3 menit

Layaknya anak muda pada umumnya, santri juga butuh rehat sejenak disela-sela kesibukannya ngaji dan setoran. “Self Healing” begitulah kami para santri menyebutnya. Self healing adakalanya berupa rekreasi, kulineran, nonton bioskop dan lain sebagaianya. Ekspresi seperti ini boleh-boleh saja dilakukan selama tidak ada unsur maksiat di dalamnya. Apalagi para santri harus tahu batasan-batasannya. Salah satu bentuk refreshing bagi kawan-kawan santri, terlebih bagi santri putra adalah nobar pertandingan bola.

Mbah Hasyim Asyari dalam kitabnya Adabul Alim wal Alimm menuturkan bahwa adakalanya seorang thalibil ilmi juga melakukan tanazzuh (refreshing) guna mengembalikan semangatnya lagi dalam proses belajar. Ibarat motor sesekali dibawa ke bengkel untuk mengecek dan memperbaiki kerusakan-kerusakan mesin agar kembali bekerja secara optimal. Menurut beliau, self healing juga merupakan bentuk pengistirahatan diri, hati, dan pikiran.

ولا بأس أن يريح نفسه وقلبه وذهنه وبصره إذا كل شيء من ذلك وضعف بتنزه وتفرج في المتنزهات بحيث يعود إلى حاله ولا يضيع عليه

Diperbolehkan bagi seorang santri untuk mengistirahatkan diri, hati, dan pikirannya dari belajar ketika sudah merasa penat. Dengan bertamasya dan menenangkan diri di tempat wisata, sekiranya dapat mengembalikan semangat belajar dan tidak melalaikannya.” Kitab Adabulalim wa Mutaalim hal.28

Mengacu dawuh Hadratussyaikh Hasyim Asyari ini, ternyata hal serupa juga diamini oleh Allah yarham Almarhum KH.R Abdul Hafidh AQ. Belum lama ini muncul foto dokumen tulisan tangan terkait kebijakan Romo Yai Hafidh yang mengajukan jadwal ngaji setoran, agar para santri bisa nobar Timnas Indonesia yang berlaga di Sea Games 2017 di Malaysia. Mungkin ini bisa dikatakan sudah klise karena memang dawuhnya sudah 4 tahun lalu. Namun belum lama ini dawuh itu kembali meramaikan jagad story kawan-kawan santri jelang tampilnya Timnas Indonesia di ajang AFF 2020 saat melawan Singapura di babak semifinal.

Saat itu jadwal ngaji setoran yang semula dilaksanakn ba’da isya sekitar pukul 20.00. maka sehubungan timnas akan bertanding, jadwal ngajinya diajukan tepat setelah magrib.

Dokumen foto tulisan itu menunjukkan akan perhatian Romo Yai Hafidh kepada kondisi para santri yang memang sangat antusias ketika tim kebanggan mereka berlaga. Beliau tahu jikalau nanti tetap dipaksakan untuk tetap ngaji pada jadwal semula. Bisa dipastikan para santri akan kepikiran sehingga menganggu konsentrasi saat setoran. Atau bahkan ada yang nekat keluar pondok demi nonton bola sehingga absen dari ngaji setoran.

Kebijakan itu merupakan win win solution agar para santri tetap bisa nobar tanpa harus mengorbankan kewajiban mereka. Di sisi lain, selain mempertimbangkan kesenangan para santri, Mbah Yai Hafidh ternyata menerjemahkan “nobar Timnas” sebagai wujud rasa nasionalisme. Hal itu tampak dari tulisan tangan yang berisi dawuhnya beliau.

“Berhubung bersamaan dengan pertandingan sepak bola Timnas Indonesia VS Vietnam, maka untuk memberi kesempatan kepada para santri agar bisa hormat/ melihat sebagai hiburan yang sehat, bermanfaat (DINIATI HUBBUL WATHON MINAL IMAN), maka ngajinya dimajukan…”

Dawuh ini seakan mentrigger kita semua para santri, bahwa selevel nonton bola saja bisa menumbuhkan rasa hubbul wathon minal iman. Padahal hanya duduk, nonton, atau mungkin teriak-teriak histeris. Apalagi kalau setiap ngaji, setoran dan khidmah pondok dibarengi rasa nasionalisme dengan harapan bisa memberi manfaat bagi umat dan bangsa kelak di masa mendatang, maka pasti ada nilai lebih di dalamnya.

Alaa kulli hal, dawuh Romo Yai Hafidh ini merupakan salah satu bentuk welas asih beliau kepada santri-santrinya. Dan juga bentuk husnudzon kepada para santri yang terlalu penat dan lelah dengan kesibukan ngajinya. Kegiatan nobar seperti ini merupakan wujud al istirwah bil mubaahaat (menikmati suatu hal mubah) yang jika diniati dengan benar maka akan menjadi ikhtiar tarku al maasyi (meniggalkan kemaksiatan), dan tentu didalamnya pasti ada pahalanya.

Krapyak, Kamis,30 Desember 2021

Pasca Indonesia kalah 4-0 dari Thailand di leg pertama Final AFF 2020

Abdillah Amiril Adawy
Latest posts by Abdillah Amiril Adawy (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.