Berdakwah Lewat Media, Ngaji Dulu Yuk!

by Oktober 27, 2021
durasi baca: 2 menit

Al-Munawwir.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Dzuriyah al-Munawwir ke 110, Pondok Pesantren Krapyak menggelar Spesial Talkshow yang dilaksanakan pada 25 Oktober 2021. Acara ini merupakan buah dari kolaborasi @ahlensquadbanimunawwir @almunawwirkrapyak @yayasan.ali.maksum dan @alimaksum_com

Situasi pandemi yang masih naik turun setahun belakangan ini, mengharuskan acara ini bersifat terbatas untuk Santri al-Munawwir dan Ali Maksum. Meskipun demikian, para santri memiliki antusias yang begitu tinggi.

Sejak tiket online beredar pada 24 Oktober 2021, dengan kurun waktu yang singkat tiket tersebut telah habis. Sehingga panitia berinisiatif ntuk menambahkan jumlah tiket pada sore harinya.

Selain acara berlangsung secara offline, talkshow ini juga digelar secara online melalui kanal Youtube Almunawwir Tv dan Krapyak Tv. Hal ini menjadi solusi bagi mereka yang belum bisa menghadiri acara talkshow secara langsung.

Pada talkshow kali ini, Pondok Pesantren Krapyak menghadirkan The Light of The Darkness Habib Husain Ja’far al-Hadar dan Gus Faik Muhammad sebagai pemateri dengan mengusung tema Potensi Santri Dalam Pengembangan Solusi Dakwah Digital.

Dengan berkembangnya interaksi penggunaan media sosial, Habib Husain berpesan untuk menggunakan media sosial sesuai prinsip prinsip keilmuan yang sudah didapatkan di ta’lim mutaalim.

Adab-adab yang telah dipelajari hendaknya juga diterapkan pada adab bermedia sosial. Sehingga diharapkan santri dapat memposisikan media sosial sebagai alat. Hal ini untuk mencegah pengaruh media sosial yang dapat merebut dan merubah diri santri menjadi diri yang berbeda dalam konteks yang negatif.

Pengaruh media sosial memang luar biasa. Tidak sedikit yang menjadikan media sosial sebagai kiblat keilmuan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa yang paling utama adalah sanad keilmuan. Sebab hadirnya keberkahan diperoleh melalui sanad bukan diperoleh dari sesuatu yang instan.

“Berdakwah itu boleh, menyampaikan satu ayat itu boleh. Akan tetapi sebelum menyampaikan hendaknya ia mengaji dahulu”, pesan Gus Faik

Khansa Syaridah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *