Upacara HUT  RI ke-73, Abah Uzi: Kemerdekaan Ini  Harus Benar-Benar  Kita  Syukuri!

durasi baca: 2 menit
Doc : @qomar_almuna

Krapyak (18/08/2018)- Dalam  rangka  memperingati  Hari  Kemerdekaan  Indonesia yang  ke-73, Pondok Pesantren Al-munawwir Krapyak, Yogyakarta mengerahkan seluruh santrinya untuk mengikuti upacara bendera. Bertempat di halaman masjid, upacara yang berlangung khidmat sejak 08.15 pagi, juga dihadiri oleh para pengasuh dari berbagai komplek, termasuk di antaranya Romo KH. Najib Abdul Qodir Munawwir.

Hadir sebagai pembina upacara yakni KH. Fairuzzi Afiq pengasuh komplek Nurussalam. Dalam amanatnya, Abah uzi—beliau biasa dipanggil, mengapresiasi semangat  para santrinya untuk mengikuti upacara HUT RI ini. Beliau menyampaikan, bahwa kemedekaan yang kita  rasakan sekarang  ini bukanlah hadiah maupun belas kasih penjajah. 350 tahun bergerilya melawan Belanda ditambah 3,5 tahun melawan Jepang, bukanlah waktu yang singkat.

“Kemerdekaan yang kita kenyam ini, bukan sebuah hadiah. Melainkan karena perjuangan panjang seluruh  bangsa Indonesia”, Tegas beliau.

Abah uzi juga mengajak kita merenungkan kembali sepak terjang dan juang para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Meskipun hidup dalam tekanan  dan  serba kekurangan, namun semangat mereka tidak pernah putus. Mereka tetap bergerilya.

Baca Juga : Al Munawwir Helat Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwasannya banyak uswah dan hikmah yang dapat kita ambil melalui peristiwa kemerdekaan ini. Dalam bingkai agama, banyak pejuang kemerdekaan merupakan umat Islam, mulai dari santri, kiai, habaib semua turut berjuang tanpa mengenal kata menyerah.

Perjuangan mereka bukan hanya  sekadar dalam medan perang, melainkan juga secara spiritual, yakni bermunajah kepada Allah SWT. Salah satu hasilnya yaitu penentuan hari proklamasi yakni Jum’at, 17 Agustus 1945 yang juga bertepatan pada bulan Ramadan. Jadi sudah pasti, bahwasannya kemerdekaan ini adalah  berkah rahmat Allah SWT  seperti  yang  tertuang  dalam pembukaan  UUD 1945.

“Ketika kekuatan sederhana dari bambu  runcing dapat mengalahkan kekuatan modern dari meriam, bom, dan laras, ini betul-betul rahmat Allah SWT. Maka, kemerdekaan ini harus benar-benar kita syukuri!”, tutur beliau.

Baca Juga : Jelang HUT RI, Pondok Krapyak Gelar Diskusi “ Membedah Kiprah Kyai dan Santri Sebagai Benteng NKRI”

Pada penghujung amanatnya, Abah Uzi juga mengajak seluruh peserta upacara untuk bersinergi bersama menjaga dan merawat kemerdekaan ini dari gangguan dan ancaman penjajah-penjajah lainnya. Menebarkan Ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa ini, agar kerukunan dalam berbangsa dan bernegara  dapat  tercapai.

“Kita harus bangga  terhadap Indonesia, bangga terhadap lambang negara, dasar negara, terlebih kepada Bhineka Tunggal Ika yang  telah membingkai keberagaman di Indonesia, meski berbeda-beda namun tetap satu jua”, pungkas Beliau.

Suasana semakin khidmat, saat seluruh peserta upacara menyanyikan lagu nasional “17 Agustus 45” dan “Tanah Airku”. Tak sedikit peserta upacara yang tak kuasa menahan haru.

Sekitar pukul 09.00 rangkaian upacara selesai dan ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh KH.R. Najib Abdul Qodir Munawwir. (Nur Afifi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *