Ujian Sebagai Ajang Mengembangkan Kualitas Santri

2 years ago
durasi baca: 2 menit

KRAPYAK, Dunia pendidikan memang tidak bisa lepas dari sebuah kata ujian. Tidak hanya dalam kehidupan saja, ataupun sekolah pada umumnya, dalam pendidikan pesantren. Ujian merupakan bagian yang penting. Selain untuk evaluasi seberapa jauh materi yang selama ini telah dipahami, ujian juga bagian dari mendidik karakter para santriwati untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, serta percaya diri.

Ujian bukan hanya sekedar formalitas. Karena selain untuk kompetensi akademik, ujian juga bagian dari menguji kualitas moral.

Selama ini kita tahu pesantren telah membentuk santri-santri dengan kebiasan-kebiasan yang baik, seperti jamaah, puasa, dzikir, ngaji , mujahadah, ta’dzim dengan guru dsb. Namun hal tersebut dirasa belum cukup untuk menghadap tantangan zaman. Santri juga harus belajar, mengerti, memahami berbagai macam kitab sebagai bekal di masyarakat nantinya . Ujian inilah bagian dari sarana santri agar lebih  bersungguh-sungguh dalam memperdalam ilmu yang mereka pelajari.

Dimulai pada hari Jum’at 17 Februari 2017 hingga 22 Februari 2017 Madrasatul Banat Pondok Pesantren Al Munawwir komplek Nurussalam Putri  melangsungkan ujian tulis semester gasal. Seluruh santri  kelas 1 hingga kelas 4 Madrasatul Banat komplek Nurussalam Putri wajib mengikuti ujian karena selain sebagai evaluasi pembelajaran selama satu semester ujian ini juga sebagai acuan kenaikan kelas di semester genap mendatang.

Selain dari panitia dan asatidz, dari pihak ndalem (Bu nyai Siti Mukaramah, Bu Nyai Yuli, Bu Nyai Isma, Bu Nyai Heni)  juga  berperan menjadi pengawas utama dalam ujian tersebut. Dengan segala daya dan upaya seluruh santri berusaha menjawab soal sesuai dengan kemampuan mereka. Tidak ada contek – mencontek, kerjasama, ataupun diskusi di dalam ruangan.

Bismi Radhiah sebagai ketua panitia ujian semester ganjil pada tahun ini berpendapat “ Ujian ini merupakan ujian yang penting yang harus dilalui oleh semua santriwati. Dalam ujian tulis ini kesiapan santri akan benar-benar diuji. Dari asatidz sendiri  senantiasa berusaha memberikan dorongan dan motivasi agar semua santriwati serius mengerjakan dan benar-benar sungguh-sungguh belajar untuk mempersiapkannya. Selain itu semua panitia juga berupaya keras agar ujian ini berlangsung dengan lancar, dan dapat memberi manfaat bagi seluruh santriwari Nurussalam Putri.”

Selamat menempuh ujian hidup dan imtihan dalam pesantren untuk seluruh santriwati  Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Nurussalam, seperti quote yang selama ini sering kita dengar, jadikan ujian sebagai pembelajaran agar lebih baik ya, jangan belajar hanya karena ujian. (Rahma /NSPI)

 

2 Comments

ali syahbana

kalau boleh tanya.
yang dimaksut santri LAJU dan santri non MUKIM, itu yang bagaimana ?

Reply
ali syahbana

yang dimaksut santri LAJU dan santri non MUKIM, itu yang bagaimana ?

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *