Tahniah Ahlul Bait, KH Fairuzi Afiq Doakan Khatimin agar Istiqomah Menjaga Al-Qur’an

by Februari 5, 2020
HAUL Warta 0   170 views
durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com – Sejumlah ulama dan tokoh nasional menghadiri haul almaghfurlah KH Muhammad Moenawwir bin Abdullah Rosyad ke-81, di halaman pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, Selasa (04/02/2020).

Diantaranya hadir KH Ahmad Masduqi Abdurrahman (Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotu Tahfidzil Qur’an Perak Jombang), KH Agoes Ali Masyhuri (Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo), KH Mas’ud Masduqi (Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta), DR (HC) H Muhaimin Iskandar (Gus Ami, Wakil Ketua DPR RI), DRS Edi Gunawan Msi (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta) dan dipadati ribuan jamaah lainnya.

Serangkaian puncak acara haul yang diawali dengan majlis khataman Al-Qur’an ke-XV ini dimulai setelah shalat Magrib, pukul 18.30 WIB. Acara tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Herfan Sa’id dan pembacaan shalawat oleh Ustaz Sholeh Ilham, Ustaz Ashfal Maula, dan Ustaz M Samsyud Dluha.

KH Fairuzi Afiq Dalhar dalam sambutannya mewakili keluarga besar KH Muhammad Moenawwir menceritakan bahwa Pondok Pesantren Al Munawwir sejak awal telah menitikberatkan pengajarannya dalam hal ilmu al-Qu’ran dan menghafal al-Qur’an. Menurut beliau, hal tersebut dilatarbelakangi karena KH Muhammad Moenawwir merupakan seorang penghafal al-Qur’an yang telah menimba ilmu di Makah dan Madinah selama 21 tahun.

Baca Juga: Khataman Al-Qur’an XV: 65 Khatimin dan Khatimat Wisuda Al-Qur’an

Kemudian, beliau menceritakan biografi KH Muhammad Moenawwir, mulai dari perjalanan menghafal al-Qur’an yang bisa dikhatamkan selama 40 hari di Makkah dan beberapa riyadhoh/usaha yang dilakukan oleh KH Muhammad Moenawwir untuk menjaga al-Qur’an dan sebagai wujud kecintaannya terhadap al-Qur’an, seperti mengkhatamkan al-Qur’an satu minggu sekali selama tiga tahun, mengkhatamkan al-Qur’an tiga hari sekali selama tiga tahun, mengkhatamkan al-Qur’an sehari sekali selama tiga tahun, dan kemudian beliau istiqomah membaca Al-Qur’a setiap waktu (tidak ada watu atau tidak ada hari tanpa membaca al-Qur’an).

Selanjutnya, KH Fairuzi memohon doa restu kepada semua yang hadir supaya dzuriyyah KH Moenawwir yang sudah tersebar di mana-mana bisa diberi kemampuan dan keistiqomahan dalam mendidik santri-santrinya. Beliau juga memohonkan doa restu bagi para khatimin dan khatimat yang telah diwisuda supaya diberi keistiqomahan dalam menjaga al-Qur’an dan bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga, tetangga, nusa dan bangsa.

Sebagai penutup, beliau memohon maaf kepada semua yang hadir apabila ada sesuatu yang kurang berkenan dalam acara haul tersebut dan beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah membantu pelaksanaan haul.

Tinggalkan Balasan