NU, Ulama dan Umara

durasi baca: 3 menit Oleh : KH Ali Maksum Sebelumnya, marilah beristidhar atau mengingat jasa-jasa para pendahulu kita yang telah mendirikan jam’iyah NU dan mengembangkannya hingga sampai pada taraf yang diarunginya sekarang. Dengan segala ketekunan, darma bakti dan pengorbanan para perintis yang sekian lama menjadi sesepuh kita, telah memberi warna sendiri pada kehidupan NU, suatu warna yang sedikit pun tidak akan terpupus selama jam’iyah NU masih ada di muka bumi. Dan inilah Khittah 1926. Lewat wadah Jam’iyah yang beliau cintai, para perintis yang mendirikan dan memimpin NU di masa lampau itu juga memberikan darma bakti kepada perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan di saat itu Baca Selanjutnya . . .

Urgensi Sikap dalam Perjuangan

durasi baca: 3 menit Oleh : KH Ali Maksum Kekuatan pertahanan diri ulama, bukanlah barang murahan, bukan pula mudah membuatnya. Hal itu muncul sebagai buah dari sikap keimanan yang kuat, loyalitas penuh kepada Allah, dan keberanian menanggung resiko demi mempertahankan yang haq. Dalam bahasa agama kita, loyalitas penuh kepada Allah ini, disebut dengan ikhlas. Imam Ghazali menyatakan: تجرد الباعث الواحد لله تعالى “Ketunggalan motivasi diri, yaitu hanya karena Allah” Dengan keikhlasan ini, kita selalu stabil dalam membawa diri, sebab pangkal pandangannya hanyalah Allah SWT. Lebih jauh dapat dikatakan, bahwa keikhlasan adalah suatu jenjang (dimensi) di mana bertemu antara prakarsa Allah dan keluhuran budi manusia. Baca Selanjutnya . . .