Ngaji Jalalain : Berjalan di Jalan yang Lurus

mengenali dosa dan dampaknya

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6) Ayat 126-127: [su_heading size=”20″]وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا، قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ. لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ، وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[/su_heading] (Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. [126] Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya, dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. [127]) Yang dimaksud dengan “jalan yang lurus” dalam ayat ini adalah agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya. Islam disebut “jalan”, karena Islam menuntun kepada tujuan yang benar, yaitu tauhid. Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain: Bersungguh-Sungguh dalam Berbaik Sangka

Sumber Foto: dw.com

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-Ma’idah (5) ayat 2: [su_heading size=”20″]وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ المسْجِدِ الحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوْا[/su_heading] “Dan janganlah kebencian(mu) terhadap suatu kaum disebabkan karena mereka menghalangimu dari al-Masjid al-Haram, menjadikanmu berbuat melampaui batas” Ayat ini menjelaskan bahwa kebencian kita terhadap seseorang yang jelas-jelas telah berbuat salah kepada kita, tidak lantas membolehkan kita berlaku sewenang-wenang dalam membalas perbuatannya. Antara pelajaran penting yang dapat diambil dari ayat ini adalah: (1) Islam adalah agama keadilan. Keadilan diberlakukan bukan hanya kepada sesama teman dan saudara seiman, tetapi bahkan kepada musuh. Hal ini antara lain diwujudkan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Hukuman bagi Begal dan Perampok

durasi baca: 3 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-Ma`idah (5): Ayat 33-34 [su_heading size=”20″] إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآنإِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34)[/su_heading] “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Ketidakmampuan Suami Berlaku Adil dalam Poligami

durasi baca: 4 menitOleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir Surat an-Nisa` (4): ayat 129: [su_heading size=”20″]وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْا أَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِۗ وَإِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَإِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَحِيْمًا ١٢٩[/su_heading] “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. Ayat ini menjelaskan banyak hal terkait poligami, antara lain: (1) Ayat ini menegaskan bahwa suami tidak Baca Selanjutnya . . .