Diskusi Pesantren dan Post-Truth, Dr. Moch Nur Ichwan : Memahami Identitas Pesantren dan Kampanye Islam Moderat adalah Modal Utama Santri

Krapyak –  Arus informasi, dalam perkembangan teranyar, kini menikam titik nadir manusia. Fakta dan opini berjibaku dan berseliweran di dinding media sosial yang menjadi saluran utama persebaran informasi. Arusnya tak terbendung. Sebab produksi informasi, kini kian diminati oleh banyak kalangan dari banyak kepentingan.   Informasi lantas menjejaki hal dasar manusia yaitu keingin-tahuan. Segala soal disajikan. Akhirnya, informasi tidak jauh nasibnya dengan parade komentar-komentar yang saling bersahut-sahutan. Baik itu berupa pujian, gagasan-gagasan cemerlang, kritik dan saran ataupun fitnah dan ujaran kebencian. Ha ini berimbas pada apa yang belum lama ini dirasakan oleh pihak Pesantren Al Munawwir yaitu hoaks. Dalam kasus ini Baca Selanjutnya . . .

Upacara HUT  RI ke-73, Abah Uzi: Kemerdekaan Ini  Harus Benar-Benar  Kita  Syukuri!

Krapyak (18/08/2018)- Dalam  rangka  memperingati  Hari  Kemerdekaan  Indonesia yang  ke-73, Pondok Pesantren Al-munawwir Krapyak, Yogyakarta mengerahkan seluruh santrinya untuk mengikuti upacara bendera. Bertempat di halaman masjid, upacara yang berlangung khidmat sejak 08.15 pagi, juga dihadiri oleh para pengasuh dari berbagai komplek, termasuk di antaranya Romo KH. Najib Abdul Qodir Munawwir. Hadir sebagai pembina upacara yakni KH. Fairuzzi Afiq pengasuh komplek Nurussalam. Dalam amanatnya, Abah uzi—beliau biasa dipanggil, mengapresiasi semangat  para santrinya untuk mengikuti upacara HUT RI ini. Beliau menyampaikan, bahwa kemedekaan yang kita  rasakan sekarang  ini bukanlah hadiah maupun belas kasih penjajah. 350 tahun bergerilya melawan Belanda ditambah 3,5 tahun Baca Selanjutnya . . .

Membendung Paham Radikal, Sahal : Santri Perlu Formulasi Jitu

Jakarta – Pembacaan terhadap konten-konten sensitif beralur sengit. Banyaknya narasi radikalisme dan terorisme yang menggelembung di media sosial melahirkan pemahaman keagamaan yang rentan terhadap kultur keindonesiaan. Sebagai bangsa yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban dalam wujud toleransi dan tenggang rasa terhadap sesama, perlahan mulai digerogoti oleh paham radikalisme keagaamaan. Gejala itu yang menjadi pemantik diskusi dalam agenda “Kopdar Santrinet Nusantara” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (11/08/18). “Pengarus-utamaan moderasi Islam itu sangat perlu” ujar Akhmad Sahal. “Selain semakin menggelembungnya narasi Islam radikal, Sahal melanjutkan, hingga menggerus nilai-nilai keindonesiaan, moderasi Islam perlu ditingkatkan intensitasnya di Baca Selanjutnya . . .

Wisuda Salafiyah V, Bu Nyai Ida Fatimah : Kita Harus Tetap Istiqomah Menjadi Santri

Pada haflah imtihan Madrasah Salafiyah V, Ibu Nyai Ida memberikan ucapan selamat kepada ketiga belas santrinya yang diwisuda malam itu, Sabtu 04/08/18. Kepada para wisudawati, Ibu memberikan pesan dan harapan khusus, agar bersedia dengan ikhlas membantu mengabdi di pondok. Beliau juga berpesan supaya santri-santrinya tidak mudah puas diri dalam menuntut ilmu, terlebih  mengesampingkan pendidikan di pondok di atas pendidikan formal yang sedang dijalani.  “Meskipun sudah S1, S2, maupun S3 kita harus tetap istiqomah sebagai seorang santri. Ibu tentu ingin melihat kalian sukses, melihat anak-anakku rajin ngaji dan sholat berjamaah”, tutur  beliau. Di penghujung acara Ust. Abdul Jalil Muhammad dalam mau’idhoh Baca Selanjutnya . . .

KH. R. Abdul Hafidh AQ Sebut Muhammad Abdullah Faqih “Santri Khos”

“Jika KH. Abdullah Faqih Langitan adalah “Kiai Khos”, maka Muhammad Abdullah Faqih adalah “Santri Khos”. Hal itu terlihat dari wujud ketawadhu’annya.” Ungkap KH. R. Abdul Hafidh AQ dalam perhelatan tasyakuran santri berprestasi, yakni Muhammad Abdullah Faqih yang telah menyabet juara 3 MHQ Internasional di Arab Saudi pada bulan Oktober tahun ini. Penampilan Muhammad Abdullah Faqih saat lomba MHQ di Makkah almunawwir.com. [Krapyak] Tidak hanya kagum akan prestasi yang diraih oleh Mbah Faqih—sapaan akrabnya, yang telah menjadi juara dunia. Kiai Abdul Hafidh juga menyinggul soal nama. “Sungguh luar biasa Anda (Muhammad Abdullah Faqih).” Lanjut Kiai Abdul Hafidh. “Terpuji, ahli dalam agama Baca Selanjutnya . . .

Juara MHQ Internasional Berbagi Kisah Inspiratif

“Seseorang yang lancar Al-Qur’an tidak boleh lantas berpuas diri. Seseorang yang hafalannya lancar tidak boleh merasa besar hati jika belum mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Sebab di dalam Al-Qur’an terdapat larangan untuk berbangga diri.” Tutur Muhammad Abdullah Faqih sembari mengutip dawuh Kiainya, KH. Harir Muhammad (Pengasuh Pesantren Betengan). Almunawwir.com. [Krapyak] Dalam kesempatan kali ini, Mbah Faqih—sapaan akrabnya, berkesempatan dan dipersilakan secara langsung oleh KH. R. M. Najib Abdul Qodir supaya melecuti semangat menghafal teman-teman santri yang hadir dalam tasyakuran atas keberhasilannya yang, sanggup menjadi Juara MHQ Internasional. Santri kelahiran Semarang, 8 Juni 1996 itu, dalam pembicaraannya, mencoba menganalogikan jerih-payah perjuangan penghafal Al-Qur’an Baca Selanjutnya . . .