Pelatihan Jurnalistik Santri : Menjadikan Khazanah Pesantren sebagai Mercusuar Dakwah Kekinian

durasi baca: 2 menit Almunawwir.com, “Santri itu harus update. Update informasi terkini, entah itu persoalan agama, sosial, dan kesehatan. Supaya apa? supaya kita mampu merespon secara masif permasalahan yang dihadapi masyarakat kini.” tukas Muhammad Syakir perwakilan dari Harakatuna Media pada acara diskusi yang bertajuk “Medsos sebagai Sarana Dakwah Santri di Era Digital.” Pasalnya, Syakir melanjutkan, banyak masyarakat yang masih awam dalam menghadapi persoalan agama. Tulislah sesuatu yang bermanfaat, meskipun itu terbilang remeh bagi kita kalangan santri. Seperti jenis najis dan cara mensucikannya, dawuh atau cerita tutur dari para kiai, dan lain sebagainya. baca juga : Menulis sebagai Penebus Dosa” Materi yang disampaikan itu bukanlah Baca Selanjutnya . . .

Parade Menulis Memperingati Haul KH. Munawwir Bin Abdullah Rosyad 2018 (Khusus Santri Al Munawwir)

durasi baca: 1 menit Januari sudah tiba, kedatangannya membawa harapan baik yang kita semogakan di sepanjang tahun 2018 ke depan. Dalam harapan itu, alangkah baiknya jika dimulai dengan menorehkan karya sekaligus menyemarakkan Haul Muassis kita. Sebab kurang lebih satu bulan lebih lagi, mendekati peringatan Haul Al-Maghfurlah KH. Munawwir Bin Abdullah Rosyad. Daripada itu, Redaksi Almunawwir.com menggelar lomba sayembara menulis dengan tema besar: “Menggali Kitab Suci Perdamaian” Sub-tema: 1. Tradisi Pesantren Menjawab Persoalan Bangsa 2. Meneladani Sosok Kiai 3. Toleransi ala Pesantren 4. Fitnah, Hoax dalam Kacamata Pesantren 5. Menaksir Peran Santri Milenial di Ranah Global Ketentuan Tulisan: 1. Tulisan merupakan karya sendiri (Orisinil) 2. Baca Selanjutnya . . .

Pesantren Al Munawwir : Peran Konkrit Demi Masyarakat Bangkit

durasi baca: 3 menit Oleh: Nur Wakhidah* al-Muhafadhotu ‘ala qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah “Menjaga tradisi-tradisi lama sembari menyesuaikan dengan tradisi-tradisi modern yang lebih baik” Kaidah inilah yang tampak telah diterapkan di Pondok Pesantren Al Munawwir–dan pesantren lainnya– dalam ikhtiar untuk turut berpartisipasi sekaligus berkontribusi terhadap dialektika perkembangan zaman (modernitas). Pemilihan kaidah ini sebagai dasar dalam menghadapi perkembangan zaman, adalah pilihan yang baik, bijaksana dan tentunya tepat. Seperti lazim kita ketahui, pesantren dalam merespon fenomena perkembangan zaman, paling tidak ada tiga bentuk respon yang ajeg kita temui. Pertama, respon lembaga keislaman dengan menolak secara penuh segala bentuk perkembangan zaman. Tak dapat dipungkiri, Baca Selanjutnya . . .

Menulis sebagai Penebus Dosa

durasi baca: 3 menit Krapyak, Minggu (17/12), Sastrawan Aguk Irawan MN menjadi pemateri sesi Training Motivation di Aula G Ponpes Al Munawwir. Penulis novel best seller Haji Backpacker ini memberi materi jurnalistik sekaligus motivasi menulis kepada sekitar 100 peserta yang hadir dalam acara Training Motivation yang diselenggarakan oleh Komplek R2. Sesi Motivasi ini merupakan serangkaian acara OSABA (Orientasi Santri Baru) Komplek R2. Acara ini dikhususkan untuk santri baru Komplek R2 dan terbuka untuk santriwati komplek lain. Pria yang akrab disapa Aguk ini membuka acara dengan membawakan puisi karya Al Fairuz, salah satu penyair Palestina. Pembacaan puisi ini diniatkan sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada Baca Selanjutnya . . .

OSABA Komplek R2 2017 : “Mengenali Potensi Diri dalam Modernisasi Ukhuwah Islamiyah”

durasi baca: 2 menit Krapyak (16/12/17), Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek R2 mengadakan Orientasi Santri Baru–OSABA. Acara yang telah menjadi agenda tahunan ini merupakan serangkaian acara yang dikhususkan untuk santri baru Komplek R2 dengan mengusung tema “Mengenali Potensi Diri dalam Modernisasi Ukhuwah Islamiyah” dan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 16 sampai 17 Desember 2017. Dibandingkan dengan tahun lalu, OSABA tahun ini diikuti oleh 43 santriwati, terhitung lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Luthfatun Nisa, selaku ketua panitia menuturkan, “OSABA ini hukumnya fardlu ain bagi santri baru. Tujuannya agar meningkatkan ukhuwah santri lama dengan santri baru. Selain itu juga mengenalkan santri dengan sekitar, seperti keluarga Baca Selanjutnya . . .

Kisah Dibalik Kerudung Lokal, Terdapat Otak Internasional

durasi baca: 2 menit … setelah menjelaskan isi kitab, Gus Faiq membuka dialog dengan pertanyaan sederhana, “Mengapa kaum santri, pesantren sangat toleransi terhadap perbedaan? “, tanya beliau kepada para santri. Almunawwir.com [Krapyak] Hujan tak begitu deras mengguyur Bantul hingga malam sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin, 13 November 2017. Di sebuah kelas, tampak seorang berpeci dan bersarung duduk di depan sembari membacakan suatu kitab, sedang beberapa santri berjas hijau dan berkerudung putih duduk beralaskan lantai juga sembari memegang kitab dan pena. Adalah Gus Faiq Muhammad yang saat itu tengah mengampuh mata pelajaran tarikh, Kitab Khulasoh Nurul Yaqin di kelas Tsalis Madrasah Salafiyah III PP Baca Selanjutnya . . .

Lagi-Lagi Tsamrotul Muna Sabet Juara dalam Festival Hadrah Se-Kabupaten Bantul

durasi baca: 2 menit Sebuah prestasi yang membanggakan diraih oleh Grup Hadrah Tsamrotul Muna dari pondok pesantren Al Munawwir komplek Q. Mereka kembali berhasil menyabet Juara 3 di ajang Festival Hadrah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Festival yang diadakan dari tanggal 7-9 November 2017 itu, menjadi serangkaian kegiatan Rebo Pungkasan di Balai Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Festival itu diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, yaitu kategori anak, putra dan putri. Tsamrotul Muna berhasil mengungguli peserta dari kategori putri yang terdiri dari berbagai pesantren dan instansi di Kabupaten Bantul. “Sebelumnya kami tidak menyangka dapat meraih piala ini, melihat beberapa peserta yang Baca Selanjutnya . . .

Cerita Tawadhu’ dan Fadhilah Ketawadhu’an itu Sendiri

durasi baca: 4 menit Oleh : KH. Fairuzi Afiq Dalhar* Tawadhu’ adalah sifat yang sangat mulia. Namun hanya segelintir orang yang mampu memilikinya. Ketika ada orang yang sudah memiliki gelar mentereng, berilmu tinggi, maupun memiliki harta melimpah dan mendapat amanah kedudukan lebih tinggi daripada publik, sedikit dari mereka yang memiliki sifat rendah hati atau tawadhu’. Ketika orang telah merasa semuanya telah ada digenggamannya, jarang dari mereka mengamalkan filosofi padi “semakin berisi, semakin merunduk”. Padahal, tawadhu’ merupakan perintah agama. Tawadhu’ adalah sifat antara rendah diri dan sombong. Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah daripada orang lain yang memiliki derajat kemuliaan lebih tinggi daripada kita sendiri. Baca Selanjutnya . . .

Ketika Santri Menghapus Luka Negeri

durasi baca: 3 menit Foto Dokumentasi Media Al Munawwir … dalam bahasa beliau tersebut lima elemen, yakni sabar, menerima apa adanya, murah hati, tekun dan giat. Disinilah letak Revolusi Mental Santri. Oleh: Afqo Moralitas dibenturkan dengan zaman yang kian kaku (tidak manusiawi) sebab globalisasi dan modernisasi. Kelelahan kita dalam integrasi solidaritas umat nampak nyata terlihat. Menyerah sebelum bertanding, mental moralitas kita berhenti di sana, atau dengan kata lain masyarakat Indonesia dewasa ini menjadi masyarakat yang oleh Amin Abdullah (2016) disebut sebagai Masyarakat Krisis”, dalam bentuk apapun dan kondisi apapun. Mengingat urgensi moralitas, pesantren sebagai institusi pendidikan, mengkader santri untuk bersikap terbuka, luwes, dan berpandangan Baca Selanjutnya . . .