Aku Terbangun di Sepertiga Malam

Oleh: ikhwan din* Tulisan ini untuk diriku dan kalian—siapapun yang sedang berjuang di perantauan. Tuhan, malam ini aku terbangun di sepertiga malam. Ya, tak seperti biasa santri santri lakukan di tengah malam yang bangun untuk menunaikan “tahajud”. Kali ini aku terbangun. Dengan wajah yang masih berantakan, aku duduk di atas alas tempat tidurku. Sambil menengadahkan kepalaku ke atas, menatap langit-langit kamar yang sengaja kugelapkan. Bagaimana bisa aku tertidur lelap? sedang orangtuaku disana hanya mampu memejamkan mata barang satu jam-dua jam saja Bagaimana aku bisa makan dengan lauk yang enak? sedang orangtuaku di rumah, hanya makan dengan lauk yang sangat sederhana. Bapak Baca Selanjutnya . . .