Pengantar Sejarah Alquran (6) : Kodifikasi Alquran di Masa Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq

Sumber Foto: cavilita.com

durasi baca: 3 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Kanjeng Nabi Muhammad wafat pada bulan Rabi’ al-Awwal tahun ke-11 H. Ketika Abu Bakar al-Shiddiq dipilih sebagai Khalifah Rasulillah seketika itu beliau langsung diuji dengan berbagai problem negara seperti penolakan beberapa kabilah untuk membayar zakat dan perang melawan kaum murtad (hurub al-riddah). Banyaknya Sahabat yang gugur syahid dalam perang, khususnya pada perang Yamamah (mulai pada akhir tahun 11.H dan selesai pada 12.H) di mana dalam perang tersebut sekitar 600 Sahabat mati syahid. Peristiwa ini lantas mengkhawatirkan sahabat Umar, disebabkan surat-surat Alquran pada waktu itu masih belum terkumpul dalam satu jilid/buku. Padahal di dalam salah Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (5): Alquran Pada Masa Nabi (Periode Madinah)

durasi baca: 4 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Yatsrib merupakan sebuah oasis berjarak 440 km dari utara kota Mekah. Ia mayoritas dihuni oleh orang Arab dan Yahudi. Setelah peristiwa hijrah Nabi yang membuat Nabi menetap di sana, Yatsrib disebut dengan julukan kota Nabi (madinah al-Nabi) atau al-Madinah al-Munawwarah (kota yang bercahaya). Ketika Kanjeng Nabi sampai di Madinah (12 Rabi’ul Awwal 622 M), aktivitas pertama kali yang beliau lakukan adalah membangun masjid. Tanah yang dipakai Nabi untuk membangun masjid, pada mulanya milik dua anak yatim dari Bani Najjar yang bernama Sahl dan Suhail. Kemudian Nabi membelinya untuk membangun masjid dan rumah-rumahnya. Pada masa Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (3): Konsep Wahyu

durasi baca: 2 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Bagaimana bisa seorang yang ingin mengkaji Alquran tetapi tidak mengenal konsep wahyu, padahal Alquran itu wahyu Allah? Lalu apa itu wahyu? Apakah hanya Nabi yang menerima wahyu? Dalam kesempatan ini, penulis akan menjabarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di bawah ini. Secara bahasa, wahyu berarti pemberitahuan atau pemberi informasi secara rahasia (I’laam fi khafa’). Di dalam Alquran disebutkan bahwa terdapat beberapa makhluk Allah yang telah menerima wahyu, walaupun para mufasir mencoba mengartikannya secara berbeda-beda. Mengenai siapa saja yang menerima wahyu, ayat-ayat berikut telah mewakili jawaban atas pertanyaan ketiga di atas. “Wa-auha Rabbuka ila al-nahl” (dan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Berjalan di Jalan yang Lurus

mengenali dosa dan dampaknya

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6) Ayat 126-127: [su_heading size=”20″]وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا، قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ. لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ، وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[/su_heading] (Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. [126] Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya, dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. [127]) Yang dimaksud dengan “jalan yang lurus” dalam ayat ini adalah agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya. Islam disebut “jalan”, karena Islam menuntun kepada tujuan yang benar, yaitu tauhid. Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain: Bersungguh-Sungguh dalam Berbaik Sangka

Sumber Foto: dw.com

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-Ma’idah (5) ayat 2: [su_heading size=”20″]وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ المسْجِدِ الحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوْا[/su_heading] “Dan janganlah kebencian(mu) terhadap suatu kaum disebabkan karena mereka menghalangimu dari al-Masjid al-Haram, menjadikanmu berbuat melampaui batas” Ayat ini menjelaskan bahwa kebencian kita terhadap seseorang yang jelas-jelas telah berbuat salah kepada kita, tidak lantas membolehkan kita berlaku sewenang-wenang dalam membalas perbuatannya. Antara pelajaran penting yang dapat diambil dari ayat ini adalah: (1) Islam adalah agama keadilan. Keadilan diberlakukan bukan hanya kepada sesama teman dan saudara seiman, tetapi bahkan kepada musuh. Hal ini antara lain diwujudkan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Hukuman bagi Begal dan Perampok

durasi baca: 3 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-Ma`idah (5): Ayat 33-34 [su_heading size=”20″] إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآنإِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34)[/su_heading] “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Sikap Hati-Hati Mbah Ali

Sumber Foto: basman.mas.ru

durasi baca: 2 menitOleh: Dr. KH. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir Surat an-Nisa` (4) ayat 29: [su_heading size=”20″]…يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالبَاطِلِ[/su_heading] “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…” Antara sikap kehati-hatian Allahuyarham Simbah KH. Ali Maksum, beliau menolak pemberian hadiah uang dari Panglima ABRI; Jenderal LB. Moerdani. baca juga : Ngaji Jalalain : Upaya Mengenali Dosa beserta Dampak-Dampaknya” Kisahnya, tidak lama sesudah Peristiwa Tanjung Priok tahun 1984 yang menewaskan puluhan orang, Jenderal Moerdani keliling Indonesia menemui tokoh ulama guna meredam kemarahan kaum muslimin. Di banyak tempat, momen Moerdani salaman sambil berpelukan dan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Ketidakmampuan Suami Berlaku Adil dalam Poligami

durasi baca: 4 menitOleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir Surat an-Nisa` (4): ayat 129: [su_heading size=”20″]وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْا أَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِۗ وَإِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَإِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَحِيْمًا ١٢٩[/su_heading] “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. Ayat ini menjelaskan banyak hal terkait poligami, antara lain: (1) Ayat ini menegaskan bahwa suami tidak Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Bersikap Lemah Lembut kepada Istri

Sumber Foto: NU Online

durasi baca: 2 menitOleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir (Surat an-Nisa` (4) ayat 34): [su_heading size=”20″]وَاللاَّتِي تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِي المَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ[/su_heading] Bersikap lemah lembut pada istri menjadi keharusan bagi suami yang menginginkan kebaikan dalam mengelola rumah tangga. Masalahnya adalah bagaimana sikap itu diterapkan terhadap istri yang dianggap tidak patuh, sementara ayat di atas mengajarkan suami tentang langkah-langkah penyelesaian melalui dari tahapan menasehati, kemudian menghindari tempat tidur mereka, hingga diperbolehkannya memukul. Imam asy-Sya’rawi memberikan penafsiran menarik terkait tahapan-tahapan tersebut, yang ringkasannya sebagaimana berikut: Upaya pertama adalah menasehati istri dengan halus dan lembut. Antara caranya adalah memilih waktu dan momentum yang tepat saat Baca Selanjutnya . . .