Pengantar Sejarah Alquran (5): Alquran Pada Masa Nabi (Periode Madinah)

durasi baca: 4 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Yatsrib merupakan sebuah oasis berjarak 440 km dari utara kota Mekah. Ia mayoritas dihuni oleh orang Arab dan Yahudi. Setelah peristiwa hijrah Nabi yang membuat Nabi menetap di sana, Yatsrib disebut dengan julukan kota Nabi (madinah al-Nabi) atau al-Madinah al-Munawwarah (kota yang bercahaya). Ketika Kanjeng Nabi sampai di Madinah (12 Rabi’ul Awwal 622 M), aktivitas pertama kali yang beliau lakukan adalah membangun masjid. Tanah yang dipakai Nabi untuk membangun masjid, pada mulanya milik dua anak yatim dari Bani Najjar yang bernama Sahl dan Suhail. Kemudian Nabi membelinya untuk membangun masjid dan rumah-rumahnya. Pada masa Baca Selanjutnya . . .

Tata Cara Bersuci dalam Kitab Safinatun Najah (2)

durasi baca: 3 menitOleh: Khoniq Nur Arifah Tayamum Tayamum suatu tindakan inti bersuci tidak menggunakan air melainkan menggunakan debu sehingga tayamum bisa disebut sebagai pengganti wudu, apabila sesorang tidak bisa melakukan wudu ataupun mandi wajib. Adapun tayamum dapat dilakukan karena beberapa sebab. Sebab-sebab tayamum itu ada 3. Pertama, tidak air (فقد الماء). artinya seseorang bisa melakukan tayamum jika sudah tidak ada air untuk bersuci. Kedua, sakit(مرض) . artinya boleh melakukan tayamum jika dalam keadaan sakit. Maksudnya apabila seseorang yang sakit tersebut menyentuh air atau terkena air justru semakin memperparah pernyakitnya. Maka dalam keadaan tersebut seseorang diperbolehkan untuk bertayamum. Dan yang ketiga adalah ada Baca Selanjutnya . . .

Tata Cara Bersuci dalam Kitab Safinatun Najah (1)

durasi baca: 2 menitOleh: Khoniq Nur Arifah Perkara yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah bersuci. Tindakan bersuci akan menentukan ibadah yang akan dilakukan selanjutnya seperti halnya salat. Jika dalam bersuci saja sudah rusak, maka salatnya pun akan rusak. Sehubungan dengan pentingnya memahami bersuci, di sini penulis akan mencoba menjelaskan hal-ihwal bersuci. Besuci tentu banyak macamnya, seperti mandi, wudu, dan juga tayamum. Tetapi dalam tulisan ini, penulis membahas bersuci yang diperlukan untuk menghilangkan hadas (kotoran yang menyebabkan kita untuk segera bersuci) kecil saja, yaitu wudu dan tayamum. Wudu adalah salah satu cara menyucikan sebagian anggota tubuh dengan menggunakan air. Baiknya sebelum Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (1) : Kajian Historis Teks Alquran dari Berbagai Aspek

durasi baca: 2 menitOleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A “Sejarah Alquran atau Tarikh al-Qur’an” ini bertujuan mengenalkan dan memberikan penjelasan tentang sejarah Alquran atau peristiwa-peristiwa historis terkait dengan teks Alquran dari berbagai aspek. Terdapat sekitar dua belas materi yang akan saya sampaikan secara berkala,: 1) Masyarakat Arab sebelum turunnya Alquran. 2) Konsep pewahyuan Alquran. 3) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Mekkah). 4) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Madinah). 5) Kodifikasi Alquran pada masa Abu Bakr al-Shiddiq. 6) Mushaf-mushaf Sahabat pra-kodifikasi Utsman. 7) Kodifikasi Alquran pada masa Utsman bin ‘Affan. 8) Perkembangan penulisan mushaf. 9) Sejarah percetakan mushaf. 10) Sejarah Perekaman Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Kitab Ash- Shiyam: Perkara yang Menjadikan Puasa Dihukumi Makruh

durasi baca: 2 menitBulan ramadhan telah memasuki hari ke dua puluh. Artinya, sepuluh hari lagi kita menahan lapar dan dahaga, atau “puasa” sebelum menjemput “hari kemenangan”. Berpuasa termaktub dalam Syari’at Islam atau kajian Fiqih, terdapat perkara-perkara yang menjadikan puasa itu sempurna dan ada beberapa perkara yang membuat puasa itu menjadi kurang sempurna. Dalam konten ini, mengenai beberapa perkara yang menjadikan puasa bisa dikatakan sempurna, ketika orang yang berpuasa menjalankan apa yang menjadi wajib dan sunahnya puasa. Akan tetapi ada beberapa perkara yang menjadikan puasa kita kurang sempurna, yaitu ketika kita mengerjakan perkara yang dapat memakruhkan puasa. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Baca Selanjutnya . . .

Pedoman Berakhlaq Kepada Al Qur’an, Ulasan Ngaji Kitab At Tibyan Fi Adabi Hamalati Al Qur’an

durasi baca: 4 menitAl-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw,  yang dijadikan Allah SWT sebagai tantangan bagi jin dan manusia yang meragukan kebenarannya. Serta bantahan bagi semua golongan yang menyimpang. Al-Qur’an ibarat musim semi yang menyebarkan kebahagiaan dan menyuburkan hati orang-orang yang memiliki keyakinan dan pengetahuan. Al-Qur’an tidak akan usang karena sering diulang dan tidak akan pudar karena zaman berputar. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran”[i] Pada Ramadhan kali ini, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta mengadakan Program Khusus Ramadhan (PKR). Dalam program ini terdapat pengajian kitab-kitab klasik, salah satunya adalah pengajian kitab At-Tibyan fi Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian III)

durasi baca: 2 menitOleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad HADIS-HADIS TENTANG AL-QURAN DITURUNKAN DENGAN “SAB’AH AHRUF” Tema ini masih berkaitan dengan pertemuan kemarin, sejarah qira’at. Hadis- hadis ini sudah banyak dibahas oleh ulama sampai masa kini. Ada yang membahasnya dalam buku khusus, ada pula yang membahas dalam salah satu bab Ulumul Qur’an atau Ilmu Qira’at. Hadis ini diriwayatkan oleh banyak sahabat (lebih dari 20 sahabat), menurut ulama Sunni hadis ini shahih, bahkan mencapai mutawatir. Beda dengan sebagian ulama Syiah. Terdapat beberapa redaksi riwayat: sab’ah ahruf, tsalatsah ahruf, atau harf wahid? Di antaranya hadis tentang sahabat Umar bin Khathab dan Hisyam bin Hakim yang Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian I)

durasi baca: 2 menitOleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad RUANG LINGKUP ILMU QIRA’AT Qira’at adalah bentuk jamak dari kata qira’ah yang artinya bacaan. Makna dasar dari kata qara’a adalah: (1) al-jam’u wa al-dhamm (mengkumpulkan dan menggabungkan), (2) tilawah. Sedangkan salah satu definisi qiraat sebagai disiplin ilmu adalah yang dijelaskan oleh ibnul Jazari (w. 833H): ilmu tentang tata cara membaca kata-kata Alquran dan perbedaannya yang disandarkan kepada perawinya. Yang dapat digaris-bawahi dari definisi tadi terkait ilmu qiraat: (1) Cara membaca lafal Alquran dan perbedaannya, (2) siapa yang membaca. Jika dikaitkan dengan ilmu tajwid, maka di antara sisi hubungan tajwid dan qiraat ialah tajwid menjelaskan Baca Selanjutnya . . .