Kisah Mbah Ali, Karib Tokoh Muhammadiyah dan Celana

durasi baca: 3 menitMbah Ali sering dianggap punya kemampuan spektakuler serta berpandangan luas. Baik dari segi keilmuan, persahabatan, sampai hal-hal seperti pesepakbola legendaris; Diego Armando Maradona dan petinju kenamaan—yang kebetulan memiliki kesamaan nama dengan beliau—Muhammad Ali. Dalam khasanah pesantren, kisah cerita seorang kiai yang memiliki kemampuan spektakuler kerapkali muncul. Cara-cara mendidik santri yang kerap aneh membuat dugaan kemampuan spektakuler itu muncul. Ketangkasan Mbah Ali dalam placing dan membaca peluang strategis sulit diragukan, juga pengalamannya dalam pembaruan pendidikan pesantren yang sangat mashur. Dimulai dari Tremas, Krapyak sampai PBNU pembaharuannya menuai banyak pujian. Lantas KH Masdar Farid Mas’udi menyebutnya sebagai kiai yang berpandangan modern. Mbah Baca Selanjutnya . . .

NU, Ulama dan Umara

durasi baca: 3 menitOleh : KH Ali Maksum Sebelumnya, marilah beristidhar atau mengingat jasa-jasa para pendahulu kita yang telah mendirikan jam’iyah NU dan mengembangkannya hingga sampai pada taraf yang diarunginya sekarang. Dengan segala ketekunan, darma bakti dan pengorbanan para perintis yang sekian lama menjadi sesepuh kita, telah memberi warna sendiri pada kehidupan NU, suatu warna yang sedikit pun tidak akan terpupus selama jam’iyah NU masih ada di muka bumi. Dan inilah Khittah 1926. Lewat wadah Jam’iyah yang beliau cintai, para perintis yang mendirikan dan memimpin NU di masa lampau itu juga memberikan darma bakti kepada perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan di saat itu Baca Selanjutnya . . .

Urgensi Sikap dalam Perjuangan

durasi baca: 3 menitOleh : KH Ali Maksum Kekuatan pertahanan diri ulama, bukanlah barang murahan, bukan pula mudah membuatnya. Hal itu muncul sebagai buah dari sikap keimanan yang kuat, loyalitas penuh kepada Allah, dan keberanian menanggung resiko demi mempertahankan yang haq. Dalam bahasa agama kita, loyalitas penuh kepada Allah ini, disebut dengan ikhlas. Imam Ghazali menyatakan: تجرد الباعث الواحد لله تعالى “Ketunggalan motivasi diri, yaitu hanya karena Allah” Dengan keikhlasan ini, kita selalu stabil dalam membawa diri, sebab pangkal pandangannya hanyalah Allah SWT. Lebih jauh dapat dikatakan, bahwa keikhlasan adalah suatu jenjang (dimensi) di mana bertemu antara prakarsa Allah dan keluhuran budi manusia. Baca Selanjutnya . . .

NU dan Kemaslahatan Dunia

durasi baca: 3 menitOleh : KH Ali Maksum Tidak saja warga dan pengurus NU, tetapi seluruh bangsa Indonesia mengharapkan agar seluruh program-program NU sejalan dan mendukung program pembangunan nasional. Kalau ini terjadi berarti kemanunggalan ulama umara secara terbuka dan wibawa, InsyaAllah akan tercapai. Dengan demikian terpenuhi modal dasar dalam ikhtiar mewujudkan kemaslahatan bangsa dan negara. Dalam kitab “Adabud Dunya wad Din”, Imam al Mawardi menyebutkan enam hal yang harus dipenuhi guna kemaslahatan dunia, yaitu: 1. الدين المتبع atau agama yang dianut. Kita jelas mempunyai agama dan bahkan hal ini menjadi isyarat mutlak bagi pengamalan Pancasila. Dalam kaitan ini, agama berfungsi antara lain menjadi Baca Selanjutnya . . .

Belajar dari Sejarah Kejayaan NU

durasi baca: 3 menitOleh : KH Ali Maksum Kejayaan NU adalah hal yang sangat mungkin kita capai kalau kita mau cermati sejarah perjalanan NU dan pasang surut pamornya. Kita tahu, sejak NU berdiri tahun 1926 adalah masa perkembangan NU, yang klimaks kejayaan pamornya sekitar tahun 1967-1969. Kemudian pada tahun 1970-1982, NU hidup dalam keadaan afounturir dan tidak menentu. Jika kenyataan itu kita teliti maka kejayaan NU terjadi disaat NU berhubungan erat dan berkoalisi dengan pemerintah. Adapun periode di mana NU hidup tak menentu, adalah di saat-saat NU renggang dengan pemerintah karena alasan tertentu. Sekarang, kami dan kawan-kawan PBNU merintis keeratan kembali hubungan kita Baca Selanjutnya . . .