Sisi Romantisme K.H. Ali Maksum Allahu Yarham

mbah ali maksum

durasi baca: 3 menit Oleh : Arinal Husna Surat Kiai Ali Maksum untuk Ayahanda sewaktu sekolah di Baghdad. Krapyak, 14-3-83 ولدي المطيع إحسان الدين حفظه الله السلام عليكم ورحمةالله وبركاته 1. Krapyak, Wonolelo, Alhamdulillah sehat semua. Adikmu Syaibani, alhamdulillah bisa menjadi gantimu, dekat sekali denganku. Taat, sorogan dan ngaji ba’da maghribnya rajin. Mung wae Siti yang waktu kamu berangkat nangis, ngguguk sampe sekarang. Tansah melamunkan dirimu, merindukanmu terus menerus. 2. Pondok Krapyak sekarang semakin maju. Pengajian-pengajian tambah gayeng ada yg ngajar di luar kelas, di kamar, di aula, di ruang E F, di perpustakaan. Alhamdulillah aku seneng banget. Ba’da ashar dipakai untuk kursus Bahasa Baca Selanjutnya . . .

Mbah Ali, Pohon Kristen dan Anomali Logika Beragama

durasi baca: 3 menit Pernah suatu ketika, KH Ali Maksum jalan-jalan di sekitar pesantren. Beliau sering melakukan kegiatan tersebut, berniat untuk memantau kondisi di sekitar lingkungan pesantren. Entah itu kondisi santrinya, pun masyarakat di sekitarnya. Senyum dan sapa adalah ciri khas Mbah Ali ketika berpapasam dan bertemu dengan orang lain. Pemandangan santri berbaris berderet panjang untuk bersalaman juga hal lazim bagi Mbah Ali. Sejauh beliau berjalan, nampak kondisinya sesuai dengan apa yang selalu beliau harapkan: “baik-baik saja”. Santri berkegiatan seperti biasa, ada yang mengaji Qur’an, belajar, mencuci dan tidak sedikit yang sedang ngopi berdiskusi. Ya begitulah, kultur pesantren yang dibangun oleh Mbah Ali adalah Baca Selanjutnya . . .