Gus Mus: Kembali ke Alquran dan Hadis itu kembali ke Pesantren

durasi baca: 2 menitDoc @Almunawwir.com Krapyak – Saat ini pendakwah-pendakwah anyaran di Televisi banyak yang tiba-tiba menurunkan fatwa. Semua digebyah-uyah hingga melahirkan cara pandang yang hitam putih. Seperti, sedekah laut dibilang syirik, selametan dan tahlil dibid’ah-bid’ahkan, ada ziarah kubur kaget—padahal tidak pernah ziarah, ada Islam Nusantara kaget, semua serba kaget. Padahal kita tahu, para kiai Krapyak yang luar biasa seperti KH Munawwir, KH Ali Maksum, KH Dalhar dan KH Warson adakah dari mereka yang pernah berfatwa? Walisongo saja tidak pernah berfatwa. Saat ini, ustaz-ustaz baru sudah mudah memberi fatwa. Demikian ditegaskan Gus Mus (KH A Mustafa Bisri) dalam Haflah Khotmil Quran dan Haul Baca Selanjutnya . . .

Patuh Kepada Orangtua, Berikhtiar Mendekati-Nya dan Semangat Terus itu Kunci Hafalanku

durasi baca: 3 menitKisah Juang Menghafal Alquran (Danial Fayyadl – Khotimin Haflah Khotmil Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Krapyak 2018) Jarum jam menunjuk ke angka 2, sedang suasana kelas sudah mulai tak terkendali. Muka kusut kumus-kumus hadir di sana-sini. Maklum saja, wajah itu telah menghabiskan enam jam perjamuannya dengan bangku sekolah. Bertepatan dengan itu, beberapa siswa telah keluar dari kelas, mereka berbondong-bondong kembali ke asrama untuk sejenak beristirahat. Namun tidak demikian dengan Danial Fayyadl, ketika banyak temannya beristirahat setelah kepayahan belajar di sekolah, ia malah memanfaatkan waktu luang tersebut untuk menderes Alquran di Masjid Krapyak. baca juga : KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Baca Selanjutnya . . .