Wasathiyah: Solusi Pembulatan Fatwa dan Intoleransi Massa

durasi baca: 2 menit Dewasa ini, penerapan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat berangsur pudar. Apalagi bila hal tersebut menyinggung persoalan agama. Meski demikian, NU tetap berpegang teguh pada sikap wasathiyah, yakni sikap yang tidak condong ke kanan ataupun kiri. Sikap inilah yang menjadi penguat tradisi NU sampai sekarang. Menurut Dr. KH. M. Habib A. Syakur, M.Ag dalam Seminar Ke-Aswajaan, perbedaan adalah keniscayaan abadi. Suatu bangunan pasti membutuhkan material yang berbeda-beda. Meskipun demikian, suatu bangunan bertumpu pada pondasi yang sama. Hal serupa tercermin dalam performasi Islam. Sekalipun berbeda-beda dalam menetapkan fatwa hukum, performasi Islam harus bersumber pada satu aspek fundamental yang sama, yakni syahadat. Pengasuh PP Baca Selanjutnya . . .