Gus Mus: Kembali ke Alquran dan Hadis itu kembali ke Pesantren

durasi baca: 2 menitDoc @Almunawwir.com Krapyak – Saat ini pendakwah-pendakwah anyaran di Televisi banyak yang tiba-tiba menurunkan fatwa. Semua digebyah-uyah hingga melahirkan cara pandang yang hitam putih. Seperti, sedekah laut dibilang syirik, selametan dan tahlil dibid’ah-bid’ahkan, ada ziarah kubur kaget—padahal tidak pernah ziarah, ada Islam Nusantara kaget, semua serba kaget. Padahal kita tahu, para kiai Krapyak yang luar biasa seperti KH Munawwir, KH Ali Maksum, KH Dalhar dan KH Warson adakah dari mereka yang pernah berfatwa? Walisongo saja tidak pernah berfatwa. Saat ini, ustaz-ustaz baru sudah mudah memberi fatwa. Demikian ditegaskan Gus Mus (KH A Mustafa Bisri) dalam Haflah Khotmil Quran dan Haul Baca Selanjutnya . . .

Gus Mus Perlu Waktu 3 Bulan Mengaji Surat Al Fatihah di Krapyak

durasi baca: 2 menitCoba kalian tanyakan kepada Gus Najib “Berapa lama dia mengaji surat Fatihah kepada gurunya?” Diceritakan oleh KH. A. Mustofa Bisri (pengasuh Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Al Islami Taman Pelajar Islam Rembang) di sela-sela waktu memberikan ceramah di Pondok Pesantren Al Munawwir dalam rangka Khotmil Quran Madrasatul Huffadh dan Haul Al marhum Almaghfurlah KH. R. Abdul Qodir Munawwir. Sambil bercanda tetapi serius, Gus Mus berkata, “Apakah kalian semua tahu berapa lamanya aku mengaji surat Al Fatihah kepada beliau (Kyai Abdul Qodir), sampai betul-betul lancar dan fasih? Coba kalian tanyakan kepada Gus Najib (KH. R. M. Najib AQ) “Berapa lamanya Dia mengaji Baca Selanjutnya . . .