Harlah NU 93, Keluarga Santri Jawa Timur Selenggarakan Seminar Keaswajaan

durasi baca: 2 menit Yogyakarta- Dalam rangka memperingati hari lahir NU ke-93, Keluarga Santri Jawa Timur Krapyak (KASAJI Krapyak) pada hari Ahad, 27 Januari 2019 menyelenggarakan Seminar Ke-Aswajaan yang bertajuk “NU yang Saya Anut, NU yang Saya Pahami, NU yang disalahpahami.” Acara yang berlokasi di gedung PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta ini dihadiri sekitar 200 peserta. Dimulai sejak pukul 09.30, acara ini menghadirkan 3 pembicara yang merupakan praktisi NU. Masing-masing pemateri menyampaikan persoalan ke-NU-an dari sudut pandang kiai, akademisi, dan santri. Seminar ini dibuka oleh Faishol Amin, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, selaku moderator. Dari sudut pandang kiai, hadir KH. Drs. M. Habib A. Syakur, MA Baca Selanjutnya . . .

KH Marzuki Mustamar : Indonesia Rumah Besar Ahlussunnah Waljama’ah

durasi baca: 1 menit Nahdlatul Ulama merupakan organisasi besar yang komitmen menjaga, meneladani, mengajarkan paham ahslusunnah waljama’ah. Demikian disampaikan oleh KH Marzuki Mustamar dalam peringatan Haul Almarhum Almaghfurlah KH Ali Maksum Krapyak ke 30 (14/01/2019). Ketua PWNU Jatim sangat menekankan kepada nahdliyin agar mengetahui dan sanggup membedakan kaidah dan tradisi teologis dari paham-paham yang berkembang di dunia Islam saat ini. Seperti Syi’ah, Mu’tazilah, Khawarij, Wahabi dan lain sebagainya. Di samping itu, Pengasuh Pesantren Gasek Malang itu menegaskan jika ajaran Ahlussunnah waljama’ah sanggup berjalan di Indonesia secara besar-besaran dan aman. Kategorisasi itbak ahlussunnah wal jamaah bukan saja Nahdlatul ulama, akan tetapi juka bagi mereka yang Baca Selanjutnya . . .