Perintah Hidup Berhias Akhlaqul Karimah

durasi baca: 2 menit Oleh: KH. Muhtarom Busyro, M.Pd Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah.. Marilah kita meningkatkan iman kita kepada Allah Swt dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Agar kita mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat kelak. Agama Islam memerintahkan supaya manusia memiliki akhlak yang mulia serta adab yang sempurna, yang manfaatnya akan kembali kepada dirinya dan semua orang yang berada di sekitarnya. Budi pekerti, sopan santun dan berakhlaqul karimah ini memiliki manfaat yang luar biasa. Ada manfaat yang kembali kepada diri sendiri, seperti jujur, tidak berbohong, tidak melakukan maksiat dan lain sebagainya. Ada pula yang mencurahkan buah manfaat kepada orang Baca Selanjutnya . . .

5 Prinsip Supaya Hidup Tanpa Musuh

durasi baca: 4 menit Kalau ada orang tidak merasa butuh orang lain, apakah besok kalau mati mau mandi sendiri? Bungkus kain kafan sendiri? Nyolati sendiri terus ngesot sendiri ke maqbaroh? Oleh : KH. Hendri Sutopo Saat duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah, aku pernah mengaji kitab Akhlak At Takhliyah wa at-Targhib fi at-Tarbiyah wa at-Tahdib karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Di dalamnya ada Syair yang, alhamdulillah sampai sekarang masih kuhapal. Syair yang saya maksud itu berbunyi demikian “Wamaa bikatsiirin alfu khillin wa shookhibin & Wainna ‘aduwwan waakhidan lakatsiiru“. “Tidaklah terasa banyak orang punya seribu teman, tetapi yang akan terasa banyak kalau punya musuh satu” Baca Selanjutnya . . .

KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian I)

durasi baca: 2 menit Oleh :  M. Zaky Mubarrok* Pak Ali itu punya aturan nyleneh. Unik, langka. Takkan pernah ada di dunia ini. Bagaimana tidak, pada satu kesempatan, beliau pernah dawuh, “Siapa saja santri mengambil barang milikku, maka halal baginya selama tidak ketahuan.” Tegas Pak Ali saat itu. “Ayo kiai siapa coba yg berani meniru?” Tantang Pak Buchori kepada seluruh hadirin sambil tertawa lepas. Pernah suatu malam ada 2 orang santri bermaksud mencuri Kelapa milik Pak Ali. Yang satu manjat pohon yang satu lagi menunggu di bawah sambil membawa senter. Santri yang manjat pohon itu berpesan pada temennya yang menunggu di bawah, bahwa jangan sampai Baca Selanjutnya . . .