Santri NKRI

by Agustus 17, 2017
Esai Warta 0   359 views
durasi baca: 2 menit

“Mencintai berarti menghargai…

Menghargai berarti mengingat, mensyukuri, dan membanggakan…”


Oleh : Laili Ummu

Tak terasa 72 tahun sudah kita merayakan hari kemerdekaan kita, sebuah momentum yang akan menjadi hari spesial bagi negeri ini yang sangat di tunggu – tunggu setiap waktunya. Santri pun juga memiliki andil yang besar dalam  perjuangan kemerdekaannya. Namun yang menjadi sebuah pertanyaan, apakah kita sudah benar – benar mencintai negeri ini? apalagi menghargai jasa para pahlawan?

Di era milenium yang serba instan ini, menjadikan masyarakat indonesia khususnya santri seakan lupa bahwa kemerdekaan yang kita dapat hari ini bukan sebuah sesuatu yang instan dan tanpa perjuangan. Sejarah panjang negeri ini telah ditorehkan oleh para founding fathers kita dan sesepuh kiai seluruh indonesia. Mereka meletakkan dasar keagamaan sekaligus nasionalisme dalam diri rakyat indonesia.

Peran santri sangat lah diperlukan mengetahui polemik di negeri ini yang kian hari kian pelik. Mulai masalah ekonomi dengan kemiskinannya, pendidikan, politik, hingga agama. Negara ini membutuhkan sosok yang dapat melakukan perubahan dan penataan kembali menuju indonesia yang lebih baik.

Seberapa cintakah engkau  pada negeri ini, wahai santri?

Berbagai polemik dan keterpurukan di negeri ini harusnya tidak menghalangi kita untuk memajukan negeri ini. Banyak lini yang membutuhkan sesosok santri di dalamnya. Jangan lah kalian hanya terfokus dalam sebuah kajian kitab-kitab kuning tanpa dibarengi dengan pemikiran kontemporer masa kini.

Karena apabila kita terlalu apatis dengan polemik keagamaan yang ada dimasyarakat, bisa jadi keilmuan yang kita miliki tersingkirkan oleh pemikiran-pemikiran yang liberal atau yang lainnya. Begitu pula bagi para penghafal al quran keontentikan risalah islam ada ditangan kalian.

Berbagai penafsiran dapat menjadi salah satu penyebab kericuhan di negeri ini, karena hari ini islam membutuhkan tafsiran keislaman yang segar baru serta otentik. Hal itu ada pada tanggung jawab kalian. Contoh lainnya yakni jangan pernah takut untuk menjadi yang terdepan. Santri berhak menjadi sebuah ahli medis, jurnalistik, komikus, atau bahkan politikus sekalipun.


Beberapa contoh yang kami paparkan diatas mengajak santri untuk kembali open self membuka diri terhadap dunia, banyak cara kita mengekspresikan rasa cinta kalian terhadap negeri ini, sebuah perubahan tidak melulu dengan  hal – hal yang besar. Dengan nafas kemerdekaan hari ini kalian bisa memulainya dari hal yang kecil. Seperti menghilangkan masalah utama dan terbesar bagi seluruh manusia, penghalang menuju kesuksesan ialah ” Malas”.

Banyak hal yang akan gagal akibat dari satu kemalasan yang akan berlanjut satu kemalasan yang lainnya. Para romo kiai dan bunyai kita telah mencontohkan dan merupakan sebuah bukti yang nyata bahwa menghilangkan kemalasan adalah bagian dari keistiqomahan yang akan menjadikan sebuah kesuksesan. Tidak ingin kah kita seperti beliau-beliau?

Pengkerdilan terkejam yang ada pada hidup ini adalah membiarkan otak yang cemerlang menjadi budak kemalasan. Mari saatnya kita buat perubahan dari diri kita sendiri, santri adalah sesosok pemuda-pemudi yang dapat mengguncangkan dunia dengan menghilangkan rasa malas.

Itulah bentuk rasa cinta dan menghargai kemerdekaan yang harusnya terus kita upgrade setiap harinya. Santri Indonesia! Santri Luar Biasa ! Merdeka!!!

Tinggalkan Balasan