Rutinan Jum’at Pahing, Bu Nyai Ida Bernasehat Pengorbanan Rasululullah SAW

3 years ago
durasi baca: 3 menit


Kanjeng Nabi berkata : “mangke riyen malaikat (Nanti dulu malaikat). Tolong tanyakan kepada Allah SWT, nopo inggih ummat kulo mangke anggeripun bade sowan dicabute kados nggoten sakitipun? (Apa iya besok apabila ummatku akan dicabut nyawanya sakitnya seperti ini?)”


KRAPYAK, 7/4/2017, bertempat di Aula AB Pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, berlangsung pengajian rutinan jumat pahing yang diadakan oleh Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal, MSI–Pengasuh pondok putri Komplek R2 Al-Munawwir Krapyak. Acara yang diikuti oleh kurang lebih 100 warga yang mayoritas ibu-ibu lanjut usia ini dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB.

Rutinan kali ini dibuka oleh Ibu Nyai Umi Salamah dilanjutkan pembacaan Sholawat Diba’ oleh grup hadroh Komplek R–Ar-Rahman, kemudian pembacaan Ratibul Hadad dan Tahlil.

Sedang Mauidzoh Hasanah disampaikan langsung oleh Ibu Nyai Ida. Dalam penyampaian dengan kekhasan bahasa jawanya, beliau mengatakan bahwa Kanjeng Nabi itu sangat sabar, berani menerima beban dan cobaan. Terutama untuk kesejahteraan dan keselamatan ummatnya. Di antara ribuan Nabi, beliau merupakan satu-satunya Nabi yang sangat cinta dan mencintai ummatnya.

Salah satu bukti bahwa Kanjeng Nabi sangat cinta kepada ummatnya adalah sewaktu Malaikat Izroil hendak mencabut nyawa Kanjeng Nabi, Kanjeng Nabi berkata : “mangke riyen malaikat (Nanti dulu malaikat). Tolong tanyakan kepada Allah SWT, Nopo inggih ummat kulo mangke anggeripun bade sowan dicabute kados nggoten sakitipun? (Apa iya besok apabila ummatku akan dicabut nyawanya sakitnya seperti ini?)”

O nggeh mboten yaa Rasulullah, nek panjenengan wong Nabi utusan Allah kok. Nek ummat e panjenengan nggeh onten sek nangis njerit-njerit saking nahan lorone dicabut nyawane (Ya beda yaa Rasullallah, engkau itu Nabi utusan Allah SWT. Ummatmu ada yang sampai menangis menjerit-jerit, karena merasakan terlalu sakit ketika dicabut nyawanya,” jawab Malaikat Izro’il

Suwunke dateng Gusti Allah SWT. Pertama,  ummatku niki cilik-cilik menowo dicabut nyowone koyo ngoten mesakke, mangke nek mboten kuat, trus mboten saget moco syahadat pripun? Mangke dados su’ul khotimah. Nyuwun tulong diringankan sakitnya. Kedua, sakitnya ketika dicabut nyawa ummatku seluruh dunia dikumpulkan ke, aku saja yang menanggung semuanya”.

Subhannallah, begitu dahsyatnya bukti kecintaan Kanjeng Nabi pada kita selaku umatnya. Terlepas dari itu, di masa sekarang ini banyak sekali umat muslim yang melupakan pengorbanan baginda Rasullullah SAW.

“Pengorbanan Kanjeng Nabi itu sangatlah besar. Kita sebagai ummatnya, setiap tahun perlu memperingati  peringatan maulid nabi, isra’ mi’raj dan nuzulul qur’an.

Tidak hanya sekadar untuk memperingati saja tetapi untuk mendengarkan lagi sejarah pengorbanan Kanjeng Nabi, agar kita menjadi lebih cinta kepada Beliau,” ujar Ibu Nyai Ida dengan tegas.

Beliau juga menyampaikan bahwa, ketika bulan Rajab setiap hari Jum’at, kita sebagai umat Islam yang beriman, dianjurkan untuk membaca Sayyiduna Ahmad shollallu’alaihi wasalam, Sayyiduna muhammad shollallahu’alaihi wasalam sebanyak 35 kali. Sabda Rasulullah SAW : barang siapa yang membacanya maka Allah SWT akan  mencukupkan rejekinya.

Dan ketika 10 hari pertama bulan Rajab disarankan pula untuk membaca Subhanallah ahadus shomad  100 kali, 10 hari kedua membaca Subahanallah hayyul qoyyum 100 kali dan 10 hari terakhir membaca Subhanallah roufun 100 kali.

Setelah selesai membaca dilanjutkan dengan do’a yang khusyuk memohon kepada Gusti Allah SWT apa yang menjadi hajatnya. Yang memberi sehat, rejeki, umur, itu Gusti Allah SWT. Maka dari itu, kita harus meminta kepada-Nya. Meminta dengan sopan dan ngalembono  kepada Gusti Allah. Demikian nasehat Ibu Ny. Hj. Ida Fatimah Zainal. (Sa’adah)

baca juga : 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *