Pondok Pesantren Al Munawwir Menjawab Tantangan Ekonomi

by Desember 21, 2017
Esai 0   266 views
durasi baca: 2 menitnull
Oleh : Khansa’ Syuraidah*

Dewasa ini, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Bertumpu pada penglihatan kita atas angka peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia yang makin memprihatinkan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 10.000 orang terhitung dari Agustus 2016. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kids zaman now. Terutama penulis sendiri dan barangkali Anda yang seorang santri.

Mengutip pendapat Emha Ainun Najib (cak Nun):

Anak-anak muda tak bisa hanya menggantungkan diri akan jadi pegawai negeri, pembengkakan populasi penduduk akan makin berbanding terbalik dengan penyediaan lapangan kerja. Jadi yang akan tegak hidupnya adalah orang-orang yang bermental wiraswasta yang tidak priyayi, ulet, dan bersedia kerja keras.

Kutipan tersebut penulis maknai seperti ini, memiliki mental wirausaha/wiraswasta sangat dibutuhkan guna menghadapi ketersediaan lapangan pekerjaan yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk Indonesia.

Untuk itu sebagai kids zaman now hal tersebut sudah selayaknya dipersiapkan jauh sebelum memasuki dunia kerja. Termasuk juga mereka kaum santri.

baca juga : Fatwa Rindu Gus Candra Malik

Menjadi santri sendiri bukan berarti aktivitas kita terhijab untuk melakukan sesuatu. Ini jelas pemikiran yang salah. Bukan berarti santri hanya bisa mengaji dan tak bisa menjawab tantangan ekonomi.

Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta telah menjawab tantangan ini dengan membangun Departemen Pemberdayaan Ekonomi. Departemen ini mengajarkan para santri yang bergabung untuk menjadi kader ekonom muda. Menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan modernisasi dunia.

Penulis sendiri baru pertama kali menemukan pondok pesantren yang memiliki departemen seperti ini. Dari beberapa pondok pesantren yang penulis ketahui sangat jarang menemukan pondok yang memiliki pola organisasi tersebut.

Umumnya di pondok pesantren hanya memiliki koperasi yang dikelola secara kooperatif.

Akan tetapi, dalam departemen yang dimiliki Pesantren Al-Munawwir ini, santri tidak hanya diajari teori dan teknik belaka. Melainkan kita bisa belajar sambil mengaplikasikannya.

Seperti menjadi karyawan magang di laundry Al-Munawir atau berjualan makanan ringan di pondok. Ini sangat membantu sekali bagi santri zaman now untuk menjawab tantangan zaman.

*Tulisan ini meraih peringkat kedua dalam lomba esai Osaba (Orientasi Santri Baru) Komplek R2

Tinggalkan Balasan