Persiapan Jelang Haul Guru Besar Alquran K.H. Mohammad Munawwir

durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com- Krapyak, Haul Pondok Pesantren Al-Munawwir adalah acara pondok yang besar dan paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama para santri dan alumni Al-Munawwir itu sendiri. Selain menjadi Haul Sang Guru Panutan yakni Al Maghfurlah K.H. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad, haul sendiri sudah menjadi barang lumrah bahwasannya Haul akan banyak yang menghadiri, mulai dari kalangan remaja, orangtua sampai anak-anak sekalipun.

Dikarenakan acara yang besar ini, banyak persiapan-persiapan yang harus dilakukan oleh panitia sebelum hari final tiba.

baca juga : Pembukaan Ujian Sima’an Menyongsong Khotmil Qur’an dan Haul Al Maghfurlah KH. Munawwir”

Adapun serangkaian acara yang tertera dalam kegiatan tersebut di antaranya ada sima’an Alquran untuk para calon khatamin, ziarah kubur, temu alumni, pembacaan selawat burdah, majlis sima’an, haflah khotmil quran, dan majlis haul.

Sebagai wujud bahwa Pondok Pesantren Al-Munawwir dapat mendidik dan mengajarkan ilmu.

Persiapan itu di antaranya sima’an, sima’an dilakukan di berbagai tempat, di komplek-komplek yang berada di Pondok Pesantren Al-Munawwir. Di setiap komplek-komplek memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Agenda yang dilakukan pun berbeda-beda, tetapi di saat tiba waktu puncal haul yaitu pada tanggal 26 Februari 2018 semua acara dilakukan secara bersamaan di satu tempat dan waktu.

Adapun selain kegiatan haul yang terpusat di pesantren pusat, terdapat pula haul dan haflah di beberapa komplek seperti komplek L dan komplek Q. Mereka punya hajat sendiri yakni akhirussanah atau wisuda Madrasah Diniyah dan ataupun khatam Alquran.

Berdasarkan komplek-komplek yang juga melakukan persiapan haul ke-79 ini, kebanyakan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan haul, misal kegiatan persiapan yang dilakukan adalah latihan-latihan yang bersangkutan dengan acara khotmil Quran, seperti persiapan peserta khotmil Quran dan pengambilan para calon-calon khotimin dari komplek-komplek, baik itu dari 33 peserta 30 juz maupun dari 173 peserta juz 30.

baca juga : Mbah Munawwir, Barzanji dan Kasihnya kepada Santri”

Dalam agenda haul itu, pengurus pusat menyediakan beberapa stand bagi para santri-santri yang ingin berwirausaha. Stand-stand yang disediakan tersebut kemudian dipakai untuk pengembangan bisnis mereka sendiri. Sehingga santri dapat berkretifitas dan belajar bagaimanakah dunia kewirausahaan itu.

Sebelum acara haul, ternyata sudah ada banyak sekali acara besar yang dilakukan juga untuk memeriahkan tibanya hari haul nanti, seperti acara Haul Simbah K.H. Ali Maksum dan berselawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Asy-Segaf yang dilakukan di halaman pesantren pusat.

Semua persiapan-persiapan ini dilakukan semata kaena bentuk ibadah mencari keberkahan dari Al-Maghfurlah K.H. M. Munawwir bin Abdullah Rosyad. Dengan begitu kita akan ditolong kelak di akhirat nanti. Amin.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *