Perintah Hidup Berhias Akhlaqul Karimah

2 years ago
durasi baca: 2 menit

Oleh: KH. Muhtarom Busyro, M.Pd

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah..

Marilah kita meningkatkan iman kita kepada Allah Swt dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Agar kita mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat kelak.

Agama Islam memerintahkan supaya manusia memiliki akhlak yang mulia serta adab yang sempurna, yang manfaatnya akan kembali kepada dirinya dan semua orang yang berada di sekitarnya.

Budi pekerti, sopan santun dan berakhlaqul karimah ini memiliki manfaat yang luar biasa. Ada manfaat yang kembali kepada diri sendiri, seperti jujur, tidak berbohong, tidak melakukan maksiat dan lain sebagainya. Ada pula yang mencurahkan buah manfaat kepada orang lain seperti shodaqoh, tolong menolong dan lain sebagainya.

Allah telah berfirman dalam surah Al-Ahzab: 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak menyebut Asma Allah”

Rasulullah Saw bersabda:

أكمل المؤمنين إيماناً أحسنهم خلقاً، وخياركم خياركم لنسائهم ، رواه الترمذي

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya” (H.R. Tirmidzi)

Dari Ibnu Umar r.a Nabi Muhammad Saw. bersabda:

أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس ، وأحب الأعمال إلى الله سرور تدخله على مسلم ، أو تكشف عنه كربة ، أو تقضي عنه دينا ، أو تطرد عنه جوعا ، ولأن أمشي مع أخ لي في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد ، يعني مسجد المدينة ، شهرا

“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan”

Jama’ah Rahimakumullah..

Semoga kehidupan kita senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia baik dalam berkeluarga maupun bermasyarakat. Amin.

*Tulisan ini merupakan saduran dari khotbah jum’at yang disampaikan oleh KH. Muhtarom Busyro, M.Pd pada hari Jum’at, 01 Desember 2017/12 Rabi’ul Awwal 1435 H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *