Penutupan PKR: 20 Hari Berlalu, Sudah Dapat Apa?

3 months ago
durasi baca: 2 menit


Krapyak – Program Khusus Ramadan (PKR) tahun 1440 H di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak resmi ditutup pada Ahad (26/05) oleh Gus Labib Aufal Marom, M.H.

Acara penutupan ini dihadiri oleh dewan pengasuh, ahlain, pengurus komplek, panitia serta peserta PKR. Dalam sambutannya, Gus Labib mengucapkan terima kasih kepada segenap santri PKR yang telah menghabiskan waktu Ramadannya di majlis ilmu Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak.

Beliau juga menyampaikan keutamaan menghadiri majlis ilmu untuk menambah semangat mengaji dan ibadah para santri. Majlis ilmu sama seperti majlis dzikir yang dihadiri para malaikat yang senantiasa mendoakan orang-orang di dalamnya.

Wejangan yang sama disampaikan oleh dewan pengasuh dan asatidz kepada para santri secara umum untuk tidak terlena dengan kenyamanan fasilitas di rumah. Meski akan kembali ke rumah masing-masing, kebiasaan ibadah dan mengaji di pondok hendaknya tetap dilakukan bahkan lebih baik ditingkatkan.

Dua puluh hari yang telah berlalu dapat dijadikan sebagai ukuran sejauh mana kualitas dan kuantitas ibadah yang sudah dilakukan. Sepuluh hari terakhir yang akan datang hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

Tidak jauh berbeda, ketua panitia PKR tahun ini, Ust. Mirza Syauqi Futtaqi juga menyampaikan pesan kepada para santri PKR yaitu mengenai keutamaan menuntut ilmu. Meski hanya 20 hari mengaji di Krapyak, namun ilmu yang didapatkan para santri PKR tidak dapat diukur dengan waktu dan materi. Harapannya para santri dapat terus melanggengkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dilakukan selama PKR.

Tidak hanya mendapatkan ilmu, 20 hari yang relatif singkat ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi santri PKR. Mereka bertemu teman baru dari berbagai daerah, saling berbagi cerita dan ilmu baru.

Sebagai generasi milenial yang tak pernah absen untuk update story di media sosial, para santri PKR merasakan perbedaan yang cukup mencolok setelah mereka mengikuti kegiatan PKR. Informasi yang dibagikan di media sosial menjadi lebih bermanfaat. Hal ini diungkapkan oleh Saudari Nur Rohmatul Izzah selaku perwakilan santri PKR dalam sesi penyampaian pesan dan kesan selama mengikuti PKR di Pondok Al-Munawwir Krapyak.

Peserta PKR memberikan kenang-kenangan kepada asatidz yang diserahkan secara simbolis kepada Gus Assidqi Masyhuri dan K.H. Mushlih Ilyas. Di akhir acara, Romo K.H. Najib AQ memimpin doa yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (isnasrr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *