Pengantar Sejarah Alquran (1) : Kajian Historis Teks Alquran dari Berbagai Aspek

1 year ago
durasi baca: 2 menitSumber Foto: National Geographic

Oleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A

“Sejarah Alquran atau Tarikh al-Qur’an” ini bertujuan mengenalkan dan memberikan penjelasan tentang sejarah Alquran atau peristiwa-peristiwa historis terkait dengan teks Alquran dari berbagai aspek.

Terdapat sekitar dua belas materi yang akan saya sampaikan secara berkala,: 1) Masyarakat Arab sebelum turunnya Alquran. 2) Konsep pewahyuan Alquran. 3) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Mekkah). 4) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Madinah). 5) Kodifikasi Alquran pada masa Abu Bakr al-Shiddiq. 6) Mushaf-mushaf Sahabat pra-kodifikasi Utsman. 7) Kodifikasi Alquran pada masa Utsman bin ‘Affan. 8) Perkembangan penulisan mushaf. 9) Sejarah percetakan mushaf. 10) Sejarah Perekaman murattal Alquran. 11) Sejarah Alquran di Indonesia. 12) Sejarah sosial Alquran di beberapa daerah di Indonesia. 13) Catatan Penutup.

baca juga : Pengantar Ilmu Qiraat Bagian I”

Sebagai pengantar, saya akan menjelaskan sedikit mengenai ulumul Quran. Secara garis besar, dalam pohon ulumul Quran, cabang-cabangnya terbagi menjadi lima tema besar: 1) ilmu-ilmu yang terkait turunnya Alquran, 2) ilmu-ilmu yang terkait bacaan Alquran, 3) ilmu-ilmu yang terkait kodifikasi Alquran (mencakup: Pengumpulan Alquran, urutan ayat dan surat, jumlah ayat dan surat, dan ilmu rasam mushaf), 4) ilmu-ilmu tafsir dan takwil Alquran, dan 5) ilmu-ilmu yang terkait dengan kekhasan dan kemukjizatan Alquran.

Saya belum bisa memastikan sejak kapan istilah “Sejarah Alquran/Tarikh al-Qur’an” digunakan dalam literatur Arab. Di kitab-kitab Ulumul Quran, seperti al-Burhan karya Badr al-Din al-Zarkasyi dan al-Itqan karya Jalal al-Din al-Suyuti, pembahasan ini diberi sub judul Jam’ al-Qur’an (pengumpulan Alquran) yang dibagi menjadi dua macam: pengumpulan Alquran di dada para penghafal Alquran (jam’uhu fi al-shudur), dan pengumpulan Alquran dengan menuliskannya dalam mushaf (jam’uhu fi al-shuthur).

Sebatas bacaan saya, buku pertama berbahasa Arab yang menggunakan istilah Tarikh al-Qur’an adalah kitab karya Abu ‘Abdillah al-Zinjani, seorang ulama Syi’ah. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

baca juga : Pengantar Ilmu Qiraat Bagian II”

Sebelum al-Zinjani, sarjana-sarjana Barat, khususnya dari Jerman, memiliki peranan besar dalam kajian sejarah Alquran, di antara karya yang punya pengaruh besar dalam kajian ini adalah karya Theodore Noldeke: Geschichte des Qorans yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris.

Terkait beberapa pandangan sarjana Barat (Orientalis) tentang isu-isu sejarah Alquran dapat dibaca bab 3 dari buku Mun’im Sirry : Kontroversi Islam Awal atau di buku-buku lain tentang kajian Orientalis atas Alquran dan tafsir.

Buku Tarikh al-Qur’an karya ‘Abd al-Shabur Syahin dan The History of the Qur’anic Text karya Mustafa al-A’zami, dua buku ini sudah ada terjemahannya, juga menjadi bacaan penting. Selain itu, Taufik Adnan Amal juga menulis buku menarik untuk tema ini : Rekonstruksi Sejarah al-Qur’an.

Saya akhiri pertemuan ini dengan mengutip dua ungkapan Sam Wineburg tentang pelajaran sejarah:

“Sejarah mengajarkan kepada kita cara-cara untuk menuntukan pilihan, untuk memperhitungkan berbagai pendapat, untuk membawakan berbagai kisah, dan untuk meragukan sendiri –bila perlu- kisah-kisah yang kita bawakan”, “Sejarah memiliki potensi untuk menjadikan kita manusia yang berperikemanusiaan”

Sumber : Berpikir Historis, buku yang direkomendasikan oleh guru saya, Ahmad Rafiq, Ph.D. ketika saya mengambil matakuliah beliau waktu S1, Tarikh al-Qur’an.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *