Pengantar Ilmu Qira’at (9): Qira’at di Indonesia

3 months ago
durasi baca: 2 menit

Oleh: Ust. Abdul Jalil Muhammad, S.Th.i., M.Si.

Siapakah kiai-kiai di Indonesia yang terkenal dengan ilmu qiraat? Bagaimana sejarah qiraat dan jaringan sanad Alquran di Indonesia? Bagaimana metode pembelajaran qiraat di pondok pesantren Alquran? dan masih banyak pertanyan-pertanyan seputar sejarah Alquran dan qiraat di Indonesia.

Sejarah Alquran di suatu tempat tidak terpisah dari sejarah masuknya Islam di daerah tersebut. Belum ditemukan data yang rinci mengenai qiraat riwayat siapa yang pertama dibawa ke Nusantara. Walapun Wawan Djunaei mencoba menghubungkan teori kedatangan Islam oleh pedagang dari Persia dengan qiraat imam Pada masa sekarang, mayoritas masyarakat di Indonesia membaca Alquran dengan riwayat Hafsh dari Imam Ashim.

Beberapa manuskrip mushaf yang ditemukan di beberapa daerah menggunakan riwayat yang berbeda. Menariknya, ada mushaf yang di pinggirnya tertulis catatan-catatan tentang perbedaan qiraat, seperti mushaf milik syekh Arsyad al-Banjari.

Syatibi dalam penelitiannya menemukan lima jaringan sanad yang terdiri dari ulama Indonesia. Banyak pondok tahfiz Alquran di jawa tersambung dan merujuk kepada lima kyai ini, mereka adalah: (1) KH.M. Munawwir, Krapyak Yogyakarta. (2) KH. Muhammad Munawwar, Sidayu Gresik. (3) KH Mahfudz, Termas Pacitan. (4) KH. M. Dahlan Khalil, Rejoso Jombang. (5) KH. M. Sa’id Isma’il, Sampang Madura.

Sebatas pengetahuan saya, sanad qiraat tujuh di Indonesia adalah jalur KH.M. Arwani Amin Kudus dari KH. Munawwir Krapyak. KH. Mahfudz Termas mempunyai sanad qiraat sepuluh, tapi sanad beliau yang tersebar di Indonesia adalah sanad qiraat masyhurah, alias riwayat Hafsh dari Imam Ashim.

Arwani Amin mengaji qiraat menggunakan kitab Hirz al-Amani yang lebih terkenal dengan “nazham al-Syathibiyyah”. Hasil ngaji beliau kepada KH. Munawwir dituangkan dalam sebuah karya yang menjadi kitab pegangan para santri yang ingin mengaji qiraat tujuh, yaitu Faidh al-Barakat.

KH Ahsin Sakho Muhammad juga menulis buku praktis untuk mengaji qiraat tujuh yang diberi judul Manba’ al-Barakat. Baru 3 juz Alquran yang sudah terbit dari buku tersebut. wa Allahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *