Pengantar Ilmu Qiraat (6): Hubungan Qiraat dengan Rasm Mushaf Alquran

1 month ago
durasi baca: 2 menit

Oleh: Ust. Abdul Jalil Muhammad, S.Th.i., M.Si.

Berbicara dan mendalami tentang ilmu rasm mushaf bukanlah hal yang mudah. Ilmu rasm mushaf membahas tentang cara khusus dalam penulisan kata-kata Alquran serta kaidah-kaidahnya yang berbeda dengan rasm imla’i atau ishtilahi yang digunakan dalam penulisan di luar Alquran. Contoh, cara penulisan kata shalat yang menggunakan huruf (waw – shad, lam, waw, ta’ marbuthah) bukan (alif – shad, lam, alif, ta’ marbuthah).

Ulama berbeda pendapat tentang jumlah mushaf yang ditulis di masa sahabat Usman. Perlu diketahui bahwa mushaf ditulis tanpa titik atau harakat (Naqth al-I’rab dan Naqth al-I’jam) yang dapat ditemui dalam pembahasan ilmu Dhabth, meskipun kitab-kitab rasm juga membahas tema ini.

Hubungan qiraat dengan rasm dapat dilihat dari dua hal: macam-macam qiraat ditinjau dari sisi rasam dan tata cara bacaan terhadap lafaz-lafaz

Di antara macam-macam qiraat dilihat dari sisi rasm-nya adalah sebagai berikut: Pertama, qiraat yang memeliki sanad yang sahih, sesuai dengan rasm, sesuai dengan kaidah bahasa Arab, dimana hal ini sudah dibahas dalam tema syarat-syarat qiraat yang diterima atau Kedua, qiraat yang sesuai rasm, sesuai dengan bahasa Arab, tapi tidak diriwayatkan atau dibacakan oleh seorang qari’. Contoh, Qs. al-Isra: 106 dalam lafaz (mim, kaf, tsa’) yang dalam bahasa arab dapat dibaca dengan fathah atau dhammah (makts, mukts) tetapi hanya satu bacaan yang diriwayatkan yaitu mukts. Ketiga, qiraat yang sesuai rasm, tetapi tidak salah dari aspek bahasa, serta tidak dibacakan oleh seorang qari’. Bahasa di sini tidak hanya dilihat dari aspek nahwu dan sharaf, tapi konteks (siyaq), kesuaian dll. Contoh Qs. al-Baqarah: 2, (dzalika al-kitab la raiba fih) yang dibacakan (la zaita fih/tidak ada minyak di dalamnya), lafal zait dan raib dari sisi rasm adalah sama jika dikosongkan dari titik.

Kesesuaian dengan salah satu rasm mushaf bisa berbentuk tahqiqi atau ihtimali. Contoh, terdapat dua qiraat: Qs. Ali Imran: 133 (sari’i ila maghfirah) yang sesuai dengan rasm mushaf Madani dan Syami. Dan qiraat (wa sari’i ila maghfirah) yang sesuai dengan rasm mushaf Makki, Kufi dan Bashri.

Contoh soal perbedaan cara bacaan lafal yang berhubungan denga rasm adalah lafaz (ya abat), di dalam Alquran ditulis dengan huruf ta, jika disambung maka dibaca dengan ta, tetapi jika berhenti pada lafaz tersebut maka sebagian qari’ membacanya sesuai rasm dengan huruf ta (ya abat) dan sebagian membacanya dengan ha (ya abah) seperti imam Ibn Katsir.

Bacaan penting: Disertasi ‘Abd al-Hayy al-Farmawi dan tesis Ghanim Qadduri tentang rasm al-mushaf. Serta rujukan-rujukan primer lain seperti al-Muqni’ karya Abu ‘Amr al-Dani.  wa Allahu a‘lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *