Nuansa Ramadhan di Pesantren Krapyak


Setiap pesantren pasti memiliki tradisi, suasana dan cara tersendiri dalam melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Lalu seperti apa suasana semerbak Ramadhan di Krapyak?


KRAPYAK – sampailah pada kuarta ketiga umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Krapyak benar-benar tak mau ketinggalan momen yang hadir setahun sekali ini. Pada pertengahan Ramadhan ini, euforia santri krapyak yang sudah terlihat sejak hari pertama puasa semakin terasa kental.

Penjual takjil pinggir jalan—Krapyak juga ikut ambil kesempatan. Keramaian setiap sore seakan menjadi bukti bahwa ngabuburit ala santri memang ada.

Krapyak yang dikenal dengan dua pondok penggedenya, Al munawwir dan Ali Maksum memberi obyek murah sebagai penggembira Ramadhan setiap tahunnya.

Dengan setelan sarung dan kopiahnya, santri putra berbondong-bondong keluar pondok untuk sekadar mencari cicipan buka puasa yang lebih menarik dari biasanya. Sedang santri putri dengan setelan tulennya juga ikut turun tangan.

Setiap pedagang yang ramai akan pembeli seperti meneriaki jika mereka juga menjadi ikon yang dicari-cari santri setiap Ramadhan.

Terlepas dari suasana Krapyak yang berbau takjil, di bulan suci Ramadhan, di mana telah menjelma menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan prestasi ibadah melimpah ruah, Pondok Pesantren Al Munawwir sendiri selalu memiliki tradisi tahunan yang tentunnya begitu dinanti-nanti para santrinya.

Salah satu tradisi yang terkenal di Al Munawwir adalah mengadakan Program Khusus Ramadhan. Program yang dirancang khusus untuk masyarakat luar pondok dan diikuti baik yang muda maupun lansia ini memiliki tujuan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui pendidikan, pengajian dan pembiasaan amalan-amalan di bulan suci Ramadhan. Terlebih PKR tahun ini mengangkat tema “Raih Berkah di Bulan Suci dengan Ibadah dan Mengaji”.

Program yang berjalan selama dua puluh hari ini juga mendapat animo lebih tinggi daripada tahun lalu. Baik dari dalam maupun luar kota.

PKR sendiri telah mendapatkan anggota sebanyak kurang lebih 100 santri. Baik mukim (menetap di asrama) maupun kalong (hanya ikut mengaji).

Dan juga jika pada bulan biasanya setiap pukul tiga pagi suasana pondok hanya akan diisi beberapa suara yang menyusup dalam senyap. Ramadhan kali ini, para santri sudah sibuk dengan kegiatan mengambil menu sahur. Berbondong-bondong salat malam juga semakin terasa terlebih ndarus dengan pertambahan frekuensi juga menambah suasana Ramadhan yang semakin kental.

Lain halnya dengan suasana berbuka. Keramaian Krapyak semakin terasa dengan para santri yang sibuk mencari takjil. Rasa senang mereka semakin menggebu saat seruan azan magrib berkumandang. Mereka berlomba menuntaskan lapar dan dahaga mereka. Berbekal kebersamaan, suasana berbuka sungguh lebih terasa nikmat.

Selain itu, dalam perkara sholat terawih di masjid, pun begitu ditunggu oleh para santri. Tradisi 20 hari satu kali khataman dengan pembagian satu malam satu setengah juz menjadi salah satu alasan para santri “nelat pulang”.

Dengan begitu setiap tanggal 20 Ramadhan, usai mengkhatamkan al quran dalam solat terawih,  ba’da terawih akan diadakan khataman al quran. Doa khataman sendiri akan di pimpin KH. Najib Abdul Qodir. Seperti yang telah terlaksana pada malam kamis kemarin (14/06/2017).

Sedangkan Sepuluh hari terakhir, tradisi solat terawih menggunakan pembagian satu malam  tiga juz dengan formasi imam 4, 2, 2, 2. Empat salam pertama bersama Mbah Najib dan 2,2,2-nya  bersama santri pilihan Mbah Najib.

Pun biasanya setiap Ramadhan diadakan Semaan Al Quran di aula G yang dibacakan langsung oleh Mbah Najib dengan tartil.

Setiap Ramadhan memang selalu memiliki suasana yang berbeda dengan tradisi yang semakin berkembang. Santri-santri Krapyak juga menyambutnya dengan rasa suka cita yang melimpah. Bagi mereka Ramadhan adalah ladangnya pahala maka semakin asyiklah mereka bermesra-mesraan dengan Sang Pencipta selama Ramadhan.

Ramadhan tahun ini diharapkan menjadi Ramadhan yang akan lebih baik dari tahun lalu dengan banyaknya kegiatan kegiatan pondok harapannya santri-santri akan semakin mendapat berkah Ramadhan yang lebih afdol. (Rana/R2)

Tonton videonya :

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *