Ngaji Ulumul Qur’an (5): Penambahan Huruf Dalam Penulisan Kosakata Alquran

by Mei 13, 2019
durasi baca: 2 menit


Oleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A

Pembahasan tentang membuang huruf dari penulisan kosakata tertentu dalam Alquran tidak kami bahas secara keseluruhan di sini. Ada lima macam Hadzf al-Haraf, yaitu: membuang huruf Alif, Wawu, Ya’, Lam, dan Nun.

Jika diteliti dalam bacaan Alquran, kita temukan bahwa tidak semua huruf yang tertulis dibaca. Ini karena ada beberapa huruf yang ditambahkan dalam penulisan (ziyadah al-huruf). Sebagian kasus dipelajari dalam jilid bacaan Gharib metode Qira’ati. Sedangkan Mushaf al-Quddus cetakan Kudus memberi beberapa keterangan/catatan di bagian bawah bahwa huruf ini dalam kata ini tidak dibaca.

Huruf yang ditambahkan dalam hal ini adalah: Alif, Wawu, dan Ya’.

Contoh penambahan huruf Alif, Qs. Al-Baqarah: 259 (فأماته الله مائة عام), al-Nisa’: 176 (إن امرؤا), dan al-Kahf: 23 (ولا تقولن لشاىء).

Contoh penambahan huruf Wawu, Qs. Al-A’raf: 145 (سأوريكم دار الفسقين), al-Taubah: 103 () dan Thaha: 54 (لأولى النهى) di mana huruf Wawu tidak berpengaruh pada bacaan, dengan kata lain: tidak dibaca.

Contoh penambahan huruf Ya’, Qs. Ali ‘Imran: 144 (أفإين مات), Yunus: 15 (من تلقاءى) al-Dzariyat: 47 (والسماء بنينها بأييد), di mana huruf Ya’ tidak berpengaruh pada bacaan, dengan kata lain: tidak dibaca.

Sebagaimana dijelaskan pada pertemuan-pertemuan lalu bahwa ada kosakata tertentu yang ditulis di dalam Alquran dengan dua cara. Perhatikan perbedaan penulisan kata (نبأ) Qs. Al-An’am: 34 (ولقد جاءك من نبإى المرسلين) dan ayat 67 di surat yang sama (لكل نبإ مستقر).

Terkadang ada huruf yang mengganti posisi huruf lain atau yang disebut ibdal. Contoh yang masyhur adalah: (الصلوة), (الزكوة), (الحيوة) dan (الربوا). Semua dibaca (الصلاة), (الزكاة), (الحياة), dan (الربا). Akibat dari ketidak pengetahuan hal-hal yang berhubungan dengan rasam seperti ini kadang-kadang ada yang salah membaca Qs. Al-Taubah: 103 (إن صلوتك سكن لهم) dengan membaca huruf Wawu, sehingga jadi seperti bentuk jamak/plural, padahal seharusnya dibaca dengan Alif (إن صلاتك سكن لهم).

Pertemuan selanjutnya akan dijelaskan Rasam Alquran dan hubungannya dengan bacaan Alquran, ilmu Qira’at.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *