Meriahkan Kirab Hari Santri Nasional; Nurussalam Krapyak Delegasikan 80 Peserta

by Oktober 30, 2017
Event Uncategorized Warta 0   463 views
durasi baca: 2 menit

Santri Nurussalam Krapyak sedang mengikuti Kirab [doc. Naya]

almunawwir.com (Malioboro) – Ahad  (29/10/17) Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Yogyakarta ikut memeriahkan acara Grebeg Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-3 yang berlokasi di sepanjang jalan Malioboro. Event ini merupakan puncak dari rangkaian acara HSN sejak 22 Oktober lalu. Selain diikuti oleh 26 pondok pesantren di Yogyakarta, acara ini juga dihadiri oleh polres DIY, K.H Najib Abdul Qodir, serta ratusan pengunjung yang memadati jalan Malioboro.

Grebek Santri yang baru kali ini digelar di Yogyakarta mengambil rute yakni start dari gedung DPRD Kota Yogyakarta dan berakhir di alun- alun utara. Beberapa pondok pesantren di yogyakarta menampilkan berbagai parade kirab santri mulai dari marching band, hadroh, paskibra, orasi, pencak silat, display kostum daerah dan wayang, serta masih banyak lagi kreasi santri yang tampil dalam acara tersebut.

Grebeg Santri dimulai sejak ba’da dzuhur di halaman gedung DRPD Yogyakarta. Diawali dengan penampilan Marching band, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Waton. kEMUDIAN dilanjutkan dengan pelepasan peserta kirab secara simbolik oleh Kombes pol Azriyawan Aji yang menandakan resminya acara Grebeg Santri dimulai. Tak sebatas jalan hingga ke alun- alun utara, peserta juga dipersilahkan unjuk kebolehan di kawasan nol kilometer yang tentunya dijaga ketat oleh banser.

Komplek Nurussalam Krapyak Yogyakarta tampil dengan mendelegasikan 80 santri putra dan putri yang mengangkat tema “Santri berbudaya, Indonesia sempurna”. Barisan kirab ini diawali dengan maskot Garuda serta pasukan baris berbaris di belakangnya. Kemudian disusul dengan barisan wayang dan dayang- dayang, serta pakaian adat, pahlawan dan punokawan.

Penampilan Komplek Nurussalam Krapyak Yogyakarta dimeriahkan pula dengan tarian kolaborasi serta orasi yang berisi tentang perang. Saat ini yang kita hadapi bukanlah perang fisik, melainkan perang melawan nafsu masing- masing. Oleh karena itu, pemuda dan santri di seluruh Indonesia hendaknya bersama- sama membulatkan tekad di bawah panji ulama. Dengan meyakini bahwa Santri mandiri, NKRI hebat. Santri Berjuang, NKRI gemilang. Santri berbudaya, NKRI sempurna.

Event tahunan ini, menurut Fatimah yang merupakan salah satu penonton dari acara Grebek Santri diharapkan bisa lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Semoga kedepannya santri lebih diakui dan semakin ikut berperan penting bagi nusa dan bangsa.[Naya]

Selamat Hari Santri Nasional!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *