Mbah Yai Zainal Abidin Munawwir dan Ghasab Jalan

by April 20, 2020
Esai Masyayikh 0   101 views
durasi baca: < 1 menit

Almarhum KH Zainal Abidin Munawir, sesepuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta merupakan sosok yang terkenal zuhud. Jika ada perbedaan pendapat ulama, beliau lebih memilih menerapkan yang lebih berat untuk dirinya sendiri. Kehati-hatiannya terkenal hingga akhir hayat. Beliau mashur sebagai kiai wira’i.

Alkisah, suatu ketia, beliau pergi ke suatu tempat bersama sopir pribadinya untuk suatu keperluan. Di salah satu perempatan jalan, mobil yang mereka tumpangi berpapasan dengan lampu merah di traffic light yang kebetulan bersebelahan dengan SPBU di sebelah kirinya. Dengan sigap, tanpa menunggu lampu hijau, sopir kemudian menyerobot masuk ke kiri melintas di SPBU tanpa membeli bensin di sana. Si sopir hanya numpang lewat saja.
.
“Sebentar, Kang,” sergah Mbah Zainal, “Saya kira ini tadi sampean belok ke pom bensin mau beli bensin, lha kok bablas (jalan terus) kenapa?”
.
“Biar cepat, Mbah Kiai,” Si Sopir berkelih.
.
“Wah, kalau hanya lewat saja tanpa beli (bensin-red) namanya ya ghashab. Ayo, sekarang balik lagi, kita beli bensin meski satu liter saja.”
.
Begitu model ketelitian orang-orang sholeh. Mereka selalu meyakini bahwa semua perilaku baik dan buruk sekecil apapun akan dimintai pertanggungjawaban.

Oleh: Ust. M. Shofie Mubarrok

______

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *