Maulid Nabi bersama Kompleks T [Asy-Syathibi]

by Desember 5, 2016
Event Warta 0   261 views
durasi baca: 2 menit

img_20161205_205142

YOGYAKARTA, ALMUNAWWIR.COM, Santri Pondok Pesantren AlMunawwir Kompleks T, Asy-Syathibi pada tanggal 5 Desember 2016, mengadakan majlis maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi ini dalam bentuk pembacaan maulid dan diba’iyyah. Dilaksanakan segenap Santri kompleks T diasuh oleh pengasuh Abah Kyai Muhammad Munawwir Tanwir Hafidzohulloh ta’ala.

Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang disebut Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Firman Allah SWT:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ

Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.“(QS.Yunus:58).

Jadi, Allah SWT menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi SAW merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107).

Dalam sebuah hadist disebutkan:

وذكر السهيلي أن العباس بن عبد المطلب رضي الله عنه قال : لما مات أبو لهب رأيته في منامي بعد حول في شر حال فقال ما لقيت
بعدكم راحة الا أن العذاب يخفف عني كل يوم اثنين قال وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد يوم الإثنين وكانت ثويبة بشرت أبا
لهب بمولده فاعتقها

As-Suhaeli telah menyebutkan” bahwa Abbas bin Abdul mutholib melihat abu lahab dalam mimpinya. Lalu Abbas bertanya padanya, “Bagaimana keadaanmu ? Abu Lahab menjawab, di neraka, cuma setiap senin siksaku diringankan karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw.“(shahih bukhari hadits no.4813, sunan Baihaqi al-kubra hadits no.13701, syi’bul Iman no.281, fathul Baari al-Masyhur juz 11 hal431)

“Kegiatan ini bermanfaat bagi kami santri-santri untuk mengetahui perjalanan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah, menegakkan syariat Islam sehingga kami generasi muda dapat meneladani Beliau”, tutur Afif Muhammad, salah satu santri.

Beliau juga mengimbuhkan bahwa, “Dengan memperingati maulid Nabi, kita jadi memperbanyak bacaan sholawat yang merasuk ke hati, meluluhkan hati yang keras. Ibarat batu yang keras, ditetesi dengan air sedikit demi sedikit, hingga akhirnya batu tersebut akan luluh berlubang. Sebagaimana hati yang keras, jika diberi kebaikan sedikit demi sedikit maka hati tersebut akan baik juga akhirnya”. [Hanif|ed:Wiwid]

Tinggalkan Balasan